Agar kita mudah membuat analisa dan hipotesa dapat ilmu hikmah. Untuk proses membekali diri kita, utamanya kawula muda. Berikut saya paparkan kisah nyata di bawah ini ;
- Tahun 1998, Indonesia pernah krisis moneter (ekonomi). Salah satunya Bank BCA bangkrut dadakan. Akibat terjadi proses tarik tunai dadakan massal ( rush ). Dana milik masyarakat wujud tabungan dan deposito.
Akibat fitnah, isu tidak benar. Dikabarkan Bossnya BCA, Om Liem meninggal dunia. Kepercayaan pasar runtuh. Padahal nama besar (merk perorangan) Om Liem yang menyebabkan besarnya Bank BCA.
- Sebuah TV swasta, dulunya biasa saja. Kontan ratingnya tinggi sekali. Karena ada acara pada premium time yang diisi oleh artis sangat populer, Raffi Ahmad, di Indonesia. Bahkan produk yang dipakainya pun ikut laris manis.
Multiplier effect nya produk tersebut mendongkrak omzet dan laba. Parsial labanya untuk mendanai acara tersebut ratusan juta tiap menitnya, artis dapat miliaran/bulannya. Diberikan oleh perusahaan dianggap iklan.
Arti ilmu hikmahnya, nama baik atau nama besar dari merk perorangan sangat besar pengaruhnya terhadap percepatan tumbuh kembangnya usaha. Mendongkrak arus kas sebagai pencetak laba atau profit margin.
Skala taktis teknis mikro memasarkan. Hal mutlak sebelum memasarkan produk harus bisa memasarkan dirinya. Harus bisa dipercaya. Barulah menggiring agar percaya ke produknya. Melalui menjual manfaat dari fakta – fakta yang ada.
Karena terjadinya proses transaksi bisnis akibat saling percaya. Tanpa saling percaya tiada transaksi yang melahirkan laba dan manfaat tambahan. Pendek kata, kepercayaan berdampak membangun nama besar merk perorangan, begitu juga sebaliknya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630