Wayan Supadno
Tadi malam mulai jam 19.00 sd 22.00 an. Ada sekitar 20 orang pada kumpul di rumah saya di Cibubur. Saya bahagia sekali. Karena hasil kaji ulang, ternyata menuai hasilnya, ajakan saya selama ini agar pada jadi pelaku usaha.
Uniknya semua berasal dari desa, seperti saya. Merantau di Jabodetabek bersama keluarganya. Bukan dari keluarga kaya raya, persis saya. Sekarang pada mapan. Ada kerja tapi nyambi punya usaha sendiri. Saya tanya satu per satu.
Dulu tiap kali kumpul selalu saya ajak agar pada mau jadi pelaku usaha. Tiap hari baca artikel saya pada group medsos komunitas internal kami. Agar ada manfaatnya, dapat ilmu hikmahnya, berikut sebagian kisahnya. Cocok buat anak muda.
1). Guru.
Hariannya jadi guru. Tapi punya usaha bengkel las maju pesat. Hingga dibentuk tim karyawannya, karena terlalu sibuk banyak pesanannya. Sehingga hanya butuh leadershipnya saja. Usaha tetap jalan, profesi guru tetap dimuliakannya.
Guru yang satu lagi beda, dulu hanya berharap hasil dari profesinya saja. Sekarang istrinya punya kantin di sekolah. Awalnya saya dorong-dorong ragu katanya belum punya skill. Takut rugi dan lainnya. Sekarang makmur bahagia.
Tabungan mereka banyak, dari pada cuma ditabung atau deposito hanya dapat 3%/tahun. Dibelikan sapi. Titip ke PT BJA/BJA Farm milik saya, bagi hasil. Awalnya satu ekor sekarang tambah dan tambah terus. Saya senang sudah pakai mobil semua.
2). Satpam.
Ada lagi yang berprofesi sebagai satpam di kawasan industri di Cikarang. Asalnya sama dengan saya di kampung, Banyuwangi. Tapi omzet usahanya sekarang hebat jadi dealer kendaraan. Saya bahagia dan turut bersyukur melihatnya.
Tiada kesan sikapnya berubah, sekalipun ekonominya telah berubah total beberapa tahun ini. Tetap saja santun dan selalu memakai Bahasa Jawa halus (Kromo Inggil) jika dengan saya. Rendah hati. Kalau ke rumah saya selalu memancing ngajak diskusi pembekalan diri.
3). Karyawan Pabrik.
Kalau ini belum lama mulai membangun usahanya. Tapi sudah nampak ada perubahan besar. Memberdayakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI juga. Maju pesat usahanya. Ada sapi juga di PT BJA/BJA Farm milik saya. Senang sekali mimik ekspresinya. Tetap juga tanpa tinggi hati.
Hal sederhana yaitu tiap kali kami kumpul saya selipkan pembekalan motivasi dan entrepreneurship. Di group WA internal saya lihat tiap saya posting pada nyimak semua. Tapi mereka bukan cuma dihafal. Kontan dipraktikkan. Saling tular menularkan.
4). Kantin di Tempat Suci.
Oalaah, kalau orang luar melihatnya mungkin sepele. Apalagi yang suka sombong di dalam hati, mungkin dilihat hanya dengan sebelah mata. Karena “mengemas diri” dengan sangat bersahaja. Juga terkesan orang desa, bukan sok kota. Ramah membanggakan.
Tanpa sadar ternyata omzetnya besar rutin karena banyak umat yang berlangganan sembako kepadanya. Hingga sapinya juga lumayan banyak di PT BJA/BJA Farm sejak 4 tahun silam. Karena tanpa diambil hasilnya. Sekarang populasi sapi sudah dua kali lipatnya, besar semua.
5). Tukang Bakso.
Ini beda lagi, Ibu yang selalu riang gembira tanpa beban. Kesannya cuma tukang jual bakso. Tapi omzetnya luar biasa. Sangat peduli ke teman lainnya, termasuk peduli kepada kami sekeluarga. Tiada hari tanpa ketawa ngakak.
Pintar bersahabat, wajar banyak pelanggannya. Mungkin sadar dan tahu persis bahwa pelanggan bisa setia dan berkembang makin banyak, bukan hanya karena murah atau mutu produknya bagus. Yang pertama utama adalah personal brandingnya, menyenangkan.
Ilmu hikmahnya, ternyata betul bahwa sukses berbisnis adalah hak semua orang yang mau memulai, semangat, pintar bergaul, belajar dari kesalahannya lalu disempurnakan dan pantang menyerah. Sukses berbisnis bukan haknya orang yang tidak mau mulai dan pemalas.
Yang paling kami syukuri, selain bisa membangun paguyuban yang rukun, ternyata bisa bersinergi membangun bisnis. Mereka telah jadi manusia yang bermanfaat nyata bagi umat banyak di sekitarnya. Minimal cipta lapangan kerja dan membayar pajak banyak.
Walaupun latar belakangnya dari keluarga bersahaja, pedesaan dan pendidikan formalnya tidak terlalu tinggi, seperti saya. Tapi putra-putrinya banyak yang alumni pasca sarjana dan dokter hingga spesialis. Kita sendiri yang mengubah nasib kita.
Salam Mandiri🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630