Thu. Jan 15th, 2026

Empiris.
Tahun 2020 awal, saat pertama kali saya berbagi ke media sosial dan berbagai seminar nasional banyak menuai protes dan cemoohan. Dari multi segmen masyarakat. Baik ilmuwan dan peternak.

Karena pengalaman cara saya memelihara sapi. Baik breeding/pembibitan maupun fattening/penggemukan. Dengan pakan limbah sawit di pabrik kelapa sawit (PKS).

Walaupun ujungnya, saat ini banyak yang ikutan pola saya tersebut. Menyebar ke masyarakat di berbagai wilayah sentra sawit. Teramat saya syukuri, karena banyak yang mengucapkan terima kasih.

Prinsip, apa pun usahanya. Agar bisa lestari harus membekali diri dengan inovasi. Agar mampu berkompetisi di pasar karena laba sehat. Pendek kata, inovasi atau mati karena kalah berkompetisi.

Begitu juga usaha ternak sapi. Karena komponen biaya produksi tertinggi pada pakan hingga 70% dari total biaya. Maka pakan harus murah meriah. Caranya ;

1. Sedekat mungkin dari kandang agar tanpa ongkos kirim.

2. Semurah mungkin jumlah berlimpah agar konsisten cukup.

3. Mutu tinggi sesuai SNI, baik untuk breeding maupun fattening.

Maka solusinya adalah limbah organik yang sudah teruji mutu dan uji efektivitasnya. Pabrikan tidak jauh dari kandang sapi.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *