Empiris.
Sudah sejak semalam saya di Surabaya. Tepatnya di RS Universitas Airlangga Surabaya di kampus C Universitas Airlangga yang megah hijau lestari dan penuh wibawanya.
Jadi ingat semua. Tahun 1987 s/d 1990 menggali ilmu di FNGK (Fakultas Non Gelar Kesehatan). Di kampus A jadi satu dengan Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi.
Zaman itu, kampus C Universitas Airlangga belum ada. Lokasinya masih rawa – rawa. Kampus ITS Surabaya juga baru dibangun dengan teknologi cor nya. Sekalipun zaman itu ada guyonan ITS (Institut Tengah Sawah).
Tiada sedikit pun saya pungkiri bahwa selain Unair Surabaya. Kampus ITS Surabaya juga sangat banyak berperan membangun diri saya. Karena dapat asuhan senior – senior pengajar di Bimbel milik Yayasan ITS Surabaya. Terima kasih Unair dan ITS Surabaya.
Secuil cerita masa lalu. Karena ekonomi orang tua lagi ambrol mau transmigrasi. Saya dilarang keras kuliah. Hingga Ibunda nangis – nangis menghadang di pintu.
Tetap saya memaksa berangkat lewat bawah selangkangan Ibunda. Mbrobos (Bahasa Jawa). Minta doa restunya, goal diterima di Unair Surabaya. Sungguh sangat saya syukuri.
Kuliah sambil kerja di Bimbel milik Yayasan Kampus ITS Surabaya. Sekaligus kos gratis di kantor Bimbel tersebut.
Jadwal rutin jam 4 pagi bangun tidur nyapu halaman dan ngepel ruang kelas Bimbel.
Jam 7 pagi mulai kuliah. Sore mengajar Biologi dan Kimia. Jam 8 atau 9 malam mulai tidur. Kadang jam 12 malam bangun tidur belajar sebentar. Artinya tiada yang tahu kalau saya suka belajar. Pas sepi saja. Hehe.
Tuduhan teman – teman dianggap saya tidak pernah belajar tapi kok lulus – lulus juga. Itu tidak benar. Lancar, hingga sangat – sangat berarti dapat beasiswa. Itu sebab saya konsisten memberi beasiswa saat ini.
Sejak awal saya paling tidak suka pamer belajar. Apalagi foto dengan latar belakang ada tumpukan buku perpustakaan. Jika saya punya buku habis dibaca, selalu saya berikan kepada siapa saja yang mau baca asal bermanfaat.
Karena ekonomi, celana saya hanya dua. Jeans warna biru dan celana kain warna coklat. Selalu dipakai 2 hari tiap celana, habis itu ganti. Konkretnya habis biru 2 hari, esoknya pasti coklat. Terus dan terus seperti itu. Enjoy aja.
Sering diledeki teman – teman. Misal, nah celana biru ini sudah 2 hari. Pasti besok pakai yang coklat. Beberapa tahun silam sahabat dekat datang ke Cibubur, sambil bercanda, ” Apakah celana Jeans Biru dan Coklat masih ada? “.
Ilmu hikmahnya, saat ini lagi duduk santai merenung menikmati ” Kolam Indah ” depan RS Universitas Airlangga Surabaya. Andaikan saat itu tanpa punya mental kemauan keras tetap kuliah di Unair Surabaya. Pasti ceritanya beda. Ilmu dan kemauan keras yang mengubahnya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630