Wed. Jan 14th, 2026

Jika mau jadi pembicara yang bijak, maka harus terlebih dulu jadi pendengar yang bijak. Jika mau jadi penulis yang bermanfaat, maka harus terlebih dulu banyak membaca tulisan yang bermanfaat. Itulah petuah kuno tak lekang dengan waktu.

Dalam sehari ini tadi saya dapat telepon penting beberapa kali. Di antaranya 2x dari 2 orang Konglomerat. Juga 2x dari pengurus Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dan Pejabat penting di negeri tercinta ini. Beragam. Mencerahkan semuanya.

Intinya, dalam krisis sawit migor saat ini. Ternyata semua dirugikan ;

1. Pemerintah tiada lagi dapat pajak, pungutan ekspor dan devisa jumlah banyak skala puluhan triliun per bulan Mei 2022 saja. Tentu dampaknya pada pertumbuhan ekonomi khususnya daerah sentra sawit, daya beli turun. Stabilitas sosial masyarakat terganggu jadi resah.

2. Pengusaha sawit dan PKS, pusing berat. Biaya operasional jalan terus, bunga utang bank tak mau tahu. Tapi tiada pendapatan. Cash flow terganggu. Karena PKS tutup, tangki timbun CPO full, kebun dipanen 20 hari biasanya 15 hari. Banyak yang busuk. Semua pekerja ribuan orang resah gelisah takut di PHK.

3. Eksportir. Pusing berat. Dari izin ekspor 1,1 juta ton yang terbit, biasanya 3 juta ton/bulan. Realisasi terkapalkan hanya 200.000 an ton. Kapal sulit didapat. Harga CPO makin anjlok akibat banyaknya beban DMO, DPO, FO dan lainnya. Sekitar Rp 11.500. Harga global Rp 21.000/kg, tersisa Rp 8.500/kg. Non feasible.

4. Petani. Paling parah pusingnya karena hanya punya tak seberapa luasnya, pakai utang BRI, anaknya sekolah dan sawit satu – satunya sumber hidupnya. Lumpuh ekonominya. Bisa bangkrut massal. Tambah kemiskinan jika tidak mau jadi TKI Sawit di Malaysia.

Saran solusinya dari para pakar dan praktisi ;

1. Cabut DMO, DPO, FO agar lancar ekspor menguras stok CPO yang full lalu PKS kembali buka bisa menerima TBS petani.

2. Pungutan ekspor BPDPKS dan pajak ekspor Kemenkeu selisih antara Rp 16.000 ke pasar global Rp 21.000. Agar TBS Rp 3.000/kg dan BPDPKS non APBN bisa subsidi migor Rp 14.000/kemasan sederhana.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *