Empiris.
Tahun 1993, saat saya pelantikan di Magelang sebagai Perwira Militer. Ada satu pesan Kakekku dibisikkan di telingaku sambil meneteskan air mata.
Sehingga pesannya hidup dalam ingatanku hingga detik ini juga, karena cara menyampaikan, suasana, tempat dan isi pesannya bersukma, yaitu ;
” Cintailah profesimu sepenuh hatimu. Jaga nama baik profesimu. Agar hidupmu berarti. “
Pesan itu saya genggam erat. Ibarat benih saya tanam di sanubariku. Agar tumbuh subur makin menyenangkan. Memang sederhana pesannya, tapi penjabarannya luas.
Sehingga teramat cinta sebagai Prajurit TNI. Penuh syukur dan bangga, merasa terhormat. Pendidikan militer di Magelang, mewarnai hidupku. Karakter, leadership dan bermental ngembangnya.
Begitu juga saat ini memiliki profesi sebagai petani/peternak/peneliti/pebisnis. Sama pekatnya kecintaanku kepada profesi ini. Tiada peduli apa pun pendapat orang lain. Saya yang bisa merasakan cinta profesiku.
Tiada hari tanpa kucurahkan ide gagasan, daya nalar analisis bisnis dan lainnya. Meneliti dan menghilirisasikannya. Semua menyenangkan. Seakan tiada lelah, termasuk berjuang mereplikasikan profesiku ke anak muda dan masyarakat.
Andaikan ada yang menganggap negatif, misal pamer atau mengeluh atau apa pun namanya. Bukan masalah. Tapi saya yakin ada sebagian yang bermanfaat bagi orang lain. Biar diseleksi sendiri saat saya berbagi.
Tiada sedikit pun ada rasa malu. Saya tiada peduli anggapan orang lain yang pro kontra. Yang pasti niat dan tujuannya baik. Agar hidup ini bermanfaat nyata bisa dirasakan oleh orang lain. Urip iku urup.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630