” Berproses belum tentu sukses, potensi peluangnya hanya 50% saja. Tapi jika tanpa berproses peluang tiada. ” Kalimat ini saya baca dalam buku kecil nuansa motivasi, kisah para insan sukses. Saya baca tahun 1994, sebelum punya usaha. Murni jadi Prajurit TNI.
Artinya apapun profesi yang diimpikan jika mau sukses mutlak harus berproses, sekalipun belum tentu sukses. Ikhtiar. Apalagi profesi pebisnis, peternak dan petani. Harus berproses praktik, kalau mau jadi praktisi. Itu dan itu terus yang diulang – ulang dalam buku tersebut.
Mengawali berproses atau tidaknya. Sangat dipengaruhi oleh mental. Bukan intelektual. Itu yang saya rasakan. Tanpa bekal mental, tanpa memulai. Berikut ini pengalaman pribadi saya saat berproses mengawali usaha di samping sebagai militer.
1. Tahun 1995.
Ketika latihan militer di luar, misal di kebun sawit milik perusahaan di Pematang Siantar Sumut. Saat jam istirahat sedapat mungkin bisa dimanfaatkan berkomunikasi dengan pejabat kebun tempat latihan. Mencari peluang bisnis. Tentu ada gagal dan sukses.
Contoh sukses, akhirnya tahu ada segudang besar karung bekas pupuk dan beras jatah karyawan kebun teh dan ada limbah kayu teh peremajaan. Bisa jadi dagangan saya. Karung bekas dijual ke kilang padi untuk saat panen dan kayu teh untuk steam boiler pabrik tapioka.
Contoh lain lagi, bisa kerja sama pemberdayaan lahan milik PTPN IV yang kosong. Untuk pembesaran tanaman hias. Misal Nolina, Glodogan Tiang, Phoenix, Palm dan lainnya. Ternyata dapat laba sehat. Andaikan tanpa proses mencari peluang, maka tiada dapat peluang. Tanpa dapat usaha dan laba.
2. Tahun 1996.
Tiap 3 minggu sekali, malam minggu naik bis dari Pematang Siantar Sumut ke Kandis Riau. Tidur di jalan karena lama perjalanannya 10 jam. Minggu penuh kegiatan berproses membangun kebun. Malam Senin pulang ke Pematang Siantar, Senin pagi upacara militer. Tiada yang tahu kalau saya sedang berproses.
Contoh gagalnya, karena kadang sambil memasarkan benih kacang – kacangan PJ (Pueraria Javanica). Sebagai cover crops/penutup lahan agar tiada tumbuh gulma rumput liar. Agar tanah makin subur. Pernah tertipu 6 ton, tanpa dibayar sama sekali.
Contoh suksesnya, kebun tersebut saat ini bernama ” Kampung Wayan “. Sudah dimiliki oleh ratusan kepala keluarga. Karena dijual kaplingan per 2 hektar. Bisa mengentaskan 16 anak muda dari Banyuwangi, tiap orang saya jatah gratis 2 ha saat sawit mulai buah, totalnya 32 hektar. Membahagiakan.
3. Tahun 2009.
Dinas militer pindah ke Cibubur Jakarta Timur. Karena baru bangkrut tiada punya apa – apa lagi. Termasuk tiada punya lahan sejengkal pun juga. Kembali berproses. Numpang tanah orang menanam buncis dan cabe. Lalu sewa lahan tandus 21 hektar dicetak ulang jadi sawah subur. Menerapkan inovasi remediasi dengan Bio Extrim dan Hormax, formula saya sendiri.
Contoh gagalnya, karena juga menanam singkong banyak dicuri maling. Juga ditipu, salah memilih mitra usaha. Contoh suksesnya, Hormax dan Bio Extrim banyak dipakai oleh banyak petani hingga sekarang karena sukses bertestimoni di lapangan diliput banyak media massa cetak dan televisi.
Kesimpulannya :
1. Hanya yang bermental mau berproses yang punya potensi mendapatkannya.
2. Sekalipun dapat sukses bukan jaminan. Tapi jika tanpa berproses mengawali dijamin tanpa punya peluang.
3. Berproses butuh mental ekstra. Misal menjual karung bekas, kayu limbah, tidur di bus 3 minggu sekali dan liburannya sering ke sawah bersama keluarga, saya kisahkan di atas.
Ilmu hikmahnya, buat kawula muda. Jangan ragu berproses, nikmati proses, jatuh dan bangun adalah pembelajaran sepanjang mau mengambil sari ilmu hikmahnya. Untuk ” bekal penyempurnaan ” pada proses berikutnya lagi. Selamat bermental mulai berproses, agar menuai buah manis bernama sukses.
Siaaaap Grak.
Langkah Tegap, Majuuuu Jalan !
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630
