Berikut ini kisah nyata yang bisa diambil ilmu hikmahnya. Sangat bermanfaat untuk anak muda yang ingin berkembang pesat usahanya. Agar usahanya makin bermanfaat lebih luas serapan pengangguran agar produktif lebih banyak lagi.
Seorang pengusaha berprinsip bahwa sepanjang masih ketakutan mendelegasikan ke bawahan maka sepanjang itu pula usahanya akan lambat berkembang dan bawahannya kurang kemerdekaan dalam improvisasi dirinya.
Usahanya di beberapa daerah berjauhan. Mustahil akan bisa menunggui tiap hari. Yang dilakukan ” Tiada ragu menindak tegas kepada bawahan yang jahat, tapi juga tiada ragu memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Yang bagus dibina, yang jahat dibinasakan (PHK) “.
Hasilnya, pada berlomba untuk berkontribusi positif. Dari waktu ke waktu karakter dan kapasitas bawahannya makin nampak jelas, mana yang akan bisa dipercaya tanggung jawab lebih besar, otomatis akan dapat gaji dan fasilitas lebih sejahtera.
Manajemen delegasi, proses di mana pemimpin mendelegasikan sebagian tugas, wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan untuk dilaksanakan, dengan tetap memantau dan bertanggung jawab atas hasilnya.
Tujuannya agar pekerjaan lebih efisien, mengembangkan kemampuan bawahan, dan memungkinkan pemimpin fokus pada hal-hal strategis.
Manfaatnya ;
1). Efisiensi waktu. Pekerjaan lebih cepat selesai karena dibagi.
2). Pemberdayaan bawahan. Bawahan merasa dipercaya dan berkembang.
3). Fokus pimpinan. Pimpinan bisa fokus pada pengambilan keputusan strategis.
4). Peningkatan produktivitas. Semua sumber daya manusia dimanfaatkan optimal.
5). Meningkatkan kepercayaan tim. Menumbuhkan rasa saling percaya antara atasan dan bawahan.
Caranya :
1). Identifikasi tugas yang bisa didelegasikan. Jangan semua tugas dilakukan sendiri.
2). Pilih orang yang tepat. Delegasikan kepada orang yang memiliki kemampuan dan potensi.
3). Jelaskan tujuan dan harapan dengan jelas. Beri arahan yang spesifik, termasuk deadline dan hasil yang diinginkan.
4). Berikan wewenang secukupnya. Jangan hanya tugasnya, tapi juga hak untuk mengambil keputusan yang dibutuhkan.
5). Pantau dan berikan umpan balik. Tetap kontrol dan beri arahan bila perlu, tanpa terlalu mencampuri.
6). Evaluasi hasil. Apakah tujuan tercapai ? Apa yang bisa diperbaiki ?
Contoh lainnya ;
Konteks : Seorang manajer proyek konstruksi
Sebelum delegasi : Manajer mengurus semua hal sendiri, mulai dari pembelian material, pengawasan tukang, hingga laporan keuangan.
Sesudah delegasi :
Tugas pembelian material didelegasikan ke staf logistik.
Pengawasan lapangan didelegasikan ke mandor.
Laporan keuangan didelegasikan ke staf administrasi.
Hasil : Proyek lebih cepat selesai, kualitas kerja meningkat, manajer bisa fokus ke hal lain lebih produktif skala lebih besar lagi.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630