Sejak SMP saya suka keluyuran malam, maklum di pedesaan di Banyuwangi selatan. Mencari asuhan dari beberapa Guru Malam, yang latar belakangnya beragam. Kesempatan itu, syukur bisa saya manfaatkan, tiada penyesalan berarti. Terasa manfaatnya saat ini.
Banyak manfaatnya. Di antaranya dulu sejak kecil gagap berlebihan nyaris bisu. Hingga sering diledeki dengan panggilan Si Bisu. Baru bisa bicara normal saat SMA. Lancar hingga saat ini. Andaikan saat itu, ” kesempatan emas ” tersebut tidak saya manfaatkan, pasti lain ceritanya.
Selain diajari tirakat oleh Guru Malam lalu bisa mengubah keadaan dari Si Bisu, jadi Si Cerewet. Berubah total jangka panjang. Apa yang terjadi hari ini. Karena mampu memberdayakan kesempatan di masa lalu.
Sesungguhnya pula, kesempatan hari ini adalah pondasi dari kenyataan di masa depan. Keadaan hari esok adalah akibat dari keputusan hari ini. Kesempatan hari ini jika bijak cerdas memberdayakan, maka implikasinya di masa depan jangka panjang.
Ilmu hikmahnya, apapun keadaan kita saat ini seyogyanya dianggap sebuah kesempatan emas. Rangkaian ruas – ruas peluang. Hanya saja, kita biasa atau tidak menangkap peluangnya dengan memberdayakan panca indra, agar bermanfaat nyata. Bahkan bisa untuk jangka panjang ke depan.
Hanya dengan ” ngulir pambudi/memberdayakan diri ” maka menuai makna. Itu bisa terjadi jika konsisten antara niat dijabarkan dalam olah pikiran, tutur kata dan perbuatan. Tidak bisa hanya beberapa ruas saja. Misal hanya punya niat, dipikirkan dan dibahas terus. Tapi tanpa tindakan konkret.
Contoh, andaikan saat itu saya ” tiada ” praktik puasa Senin Kamis. Hanya dipikirkan dan diwacanakan rencananya saja. Mungkin hingga saat ini saya masih dipanggil Si Bisu. Tidak menuai bisa bicara normal. Hanya menuai kepikiran dan wacana belaka.
Artinya, bagi kawula muda yang punya niat mau jadi bagian dari komunitas solutif masalah bangsa Indonesia banyaknya kemiskinan dan pengangguran. Mau jadi pengusaha pencipta lapangan kerja. Tidak cukup hanya dipikirkan dan dibahas saja. Mesti dipraktikkan apa yang dipikiran dan dibahas terus tersebut.
Mau hafal buku teori 10 lemari sekalipun. Jika hanya dipikirkan dan dibahas saja. Tanpa praktik berulang kali sampai refleks jadi skill. Maka mustahil bisa jadi praktisi bisnis/pebisnis, yang cipta lapangan kerja. Pengangguran direkrut diberdayakan agar produktif dapat penghasilan.
Kesimpulan, apalagi cuma jadi pengusaha praktik ilmu nyata. Asal mau mulai praktik niscaya bisa khabul. Tuhan Maha Murah, siapa yang berusaha mengubah nasibnya maka akan diubah Nya. Tuhan selalu tepat janji. Asal niat baik dan dijalankan dengan kesungguhan, niscaya sesuai harapan.
Bahkan saya yang dulu nyaris bisu saja, saat ini bisa bicara normal. Dulu tidak naik kelas 2X di SD, saat SMA klas 1 rangking 47 dari 47 siswa, bisa jadi alumni Unair Surabaya. Saat ini bisa memberdayakan banyak orang. Termasuk berulang kali jadi dosen tamu di 83 kampus. Terjadilah yang akan terjadi jika karena kehendak Nya.
Kawula Muda….
Siaaaap Grak.
Langkah Tegap.
Majuuu Jalan !
Penyesalan, terjadi karena kesempatan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Kesempatan, selalu ada pada setiap masa waktu, tapi tidak terulang pada peluang yang sama
Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani
HP 081586580630