Mon. Mar 2nd, 2026

Kisah nyata atau empiris, sangat penting. Bahkan dalam ilmu ekonometrika ditabulasikan dan dianalisa. Dikaitkan antara ilmu ekonomi, matematika dan statistik.

Maksud tujuannya agar dapat sebuah kesimpulan yang bisa dijadikan bahan pijakan untuk membuat prediksi dan antisipasi dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Jika kita merasa memorinya mulai penuh, maka itu pertanda sudah mulai tua. Disyukuri dan dinikmati saja. Pertanda kita telah menjalani proses kehidupan ini.

Tapi jangan berhenti berbuat. Terus dan terus berbuat bermakna, hingga ada manfaatnya yang bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar kita.

Karena pada hakikatnya manusia paling bermakna adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi alam semesta ciptaan Tuhan YME.

Agar generasi penerus kita, tidak mengalami kesalahan yang sama dengan yang pernah kita lakukan selama ini dengan apa adanya. Sekaligus hanya meneruskan dan mengembangkan yang baik saja.

Ini sangat penting kaya ilmu hikmah sebagai bahan pembelajaran di perjalanan kehidupan ini.

Maka berkisahlah apa adanya, agar diambil ilmu hikmahnya yang bermanfaat untuk bekal menatap masa depan lebih baik lagi. Agar generasi kita jauh lebih baik dari generasi kita.

Itulah sebab Kakek Nenek kita dulu mau dan suka mendongeng hal – hal kehidupan yang nuansa edukatif, pada saat menjelang kita tidur dengan ragam kisah. Misal Si Kancil, Si Pitung dan lainnya.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *