Beberapa tahun silam, saya diminta jadi Anggota Dewan Juri Lomba Ide Gagasan Bisnis. Antara Kampus Swasta di Indonesia milik Konglomerat dan Singapore University of Social Science (SUSS). Sangat bermanfaat.
Pesertanya mahasiswa dibentuk kelompok. Finalis dari Indonesia ada 4 kelompok dan dari SUSS Singapura ada 4 kelompok juga. Sejujurnya, saya sangat terpesona. Luar biasa para pemuda tersebut.
Tiap kelompok hanya 3 orang saja. Persis seperti perusahaan, ada komisaris dan direksinya. Gelar pendapat debat paparan kajian bisnis dipandang dari multi disiplin ilmu.
Mulai kajian data intelijen bisnis. Potensi pasar dan rencana penetrasi pasar hingga target pencapaian pangsa pasarnya. Termasuk juga rencana strategi taktis teknis penetrasinya ke pasarnya.
Hal produk inovasinya juga diurai dengan jelas terukur. Mulai bahan baku, sumber dan kapasitas maupun kontinuitasnya terhadap produk inovasinya. Sehingga tahu persis harga pokok produksi (HPP) harus difiksasi pada posisi di mana.
Hal pesaing. Dikuasai betul masalahnya. Baik tim pesaing maupun pola gerakannya. Apalagi produk pesaingnya yang akan jadi penghambat dan perintang di lapangan saat berebut porsi pasar. Tinggal main saja, skenarionya jelas.
Seakan tahu persis cuaca medan tempur nantinya, ibarat itu tentara. Juga relevan apa yang mau diperankan saat menentukan target sasaran yang pantas dicapai. Sehingga tidak terkesan bernarasi saja, seolah agar disegani.
Bahkan simulasi arus kas juga dibuat dengan apik, rapi dan logis. Mulai nilai investasi, modal kerja, profit margin dan kapan kembali modal (ROI) nya. Saya sangat curiga mereka semua dari keluarga pengusaha semua. Kok fasih. Ternyata betul.
Manajemen industrinya juga menguasai betul. Mulai PPIC ( Production, Planning & Inventory Control ). Termasuk rasio neraca stok dan permintaan pasar juga terampil. Tapi saya tidak heran karena saya tanya dosennya banyak dari pengusaha praktisi di bidang industri.
Pokoknya menyenangkan sekali melihat anak muda cerdas seperti itu. Nampak jelas masa depannya cerah asal dipraktikkan benaran apa yang dipaparkan di hadapan Dewan Juri. Tidak hanya yang penting hafal dan bisa bicara debat saja.
Intinya, kajian teknisnya total menguasai. Sayangnya saat saya tanya andai dimulai dari sekecil mungkin berapa anggarannya tidak bisa menjelaskan. Karena kalau langsung besar risikonya juga pasti besar.
Ibarat belajar jadi sopir mobil kalau langsung dengan mobil mewah yang mahal. Jika menabrak pasti ruginya besar. Padahal belum ada sejarahnya pelaku usaha tanpa gagal. Tiada sejarah belajar jadi sopir tanpa kesasar nabrak.
Juga sangat jarang pelaku usaha tanpa dari kecil dan tanpa rugi gagal ketipu dan lainnya. Semua proses harus dilalui, kalau mau sukses. Tidak ada ujug – ujug langsung sampai tujuan. Dinamikanya mengelola usaha itulah sumber ilmunya.
Terpenting, hal leadership. Mereka saya tanya gugup bagaimana mengelola orang – orang lebih pintar dari dirinya di bidang teknis. Juga lebih terampil di bidangnya agar semua terbentuk solid produktif.
Karena mustahil bisa sukses tanpa dukungan suksesnya mengelola tim sukses. Sukses akan terwujud, jika terlebih dulu bisa sukses mengelola tim sukses (pemikir) para orang pintar. Itu kuncinya. Tidak bisa dipungkiri.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630