Wed. Mar 4th, 2026

Definisi dari leadership sangat beragam pendapat antara satu dengan lainnya. Tapi maksud tujuannya relatif sama saja. Intinya memberdayakan kemampuan memimpin, agar organisasi atau orang lain jumlah banyak. Dengan senang hati kesadaran berkontribusi agar misi bersama disukseskan.

Agar mudah disimpulkan sendiri ilmu hikmahnya dari beragam ” kejadian sukses ” karena leadership. Maka kemarin saya di hadapan Kawula Muda di Yogyakarta, hanya memberikan kisahnya orang lain dan parsial pengalaman saya sendiri, hal leadership dalam kehidupan. Dengan memberdayakan kekuatan inovasi meningkatkan produktivitasnya.

Berikut ini contoh konkret leadership dalam praktik kehidupan sehari – hari, yang bisa diambil ilmu hikmahnya oleh kawula muda, di antaranya ;

1. Sebuah Keluarga.

Anak – anaknya pada punya kesadaran tinggi membangun dirinya. Menjaga kesehatan agar tetap bugar, senantiasa antusias membekali diri karakter dan kapasitasnya untuk bekal menatap masa depan masing – masing agar makin lebih baik lagi.

Karena sejak dini didudukkan sekeluarga waktu makan bersama bahwa kesehatan, karakter dan kapasitas agar mumpuni adalah ” tanggung jawab perorangan “. Orang tua bicara dengan narasi apik edukatif motivasi. Sehingga tanpa harus ” banyak cerewet ” menyuruh belajar sejak awal hingga pada dewasa. Karena lahir kesadaran diri improvisasi. Semua anak bisa berprestasi.

Begitu juga orang tua menyiapkan bekal untuk kesehatan dan pendidikan anak – anaknya. Dengan cara membangun usaha keluarga yang ” tanpa disentuh ” sekalipun tetap produktif jangka panjang, jadi sumber passive income halal. Sekalipun dari keluarga sederhana, bisa cukup karena leadershipnya mengelola ekonomi keluarga.

2. Sebuah Perusahaan.

Dibangun usaha yang pola leadershipnya, memberi ruang kemerdekaan berbuat improvisasi nuansa inovasi kepada segenap manajemen tim pemikir dan pengelolanya. Agar yang mengelola usaha bisa juga terdidik dan terlatih mandiri, agar kelak juga pada jadi pengusaha cipta lapangan kerja.

Sekalipun usahanya ada di beberapa tempat jauh dari domisilinya. Tapi tiada malpraktik manajemen dan tiada maling ke usaha tersebut. Karena diterapkan leadership ala Binter TNI, baik – baik kepada rakyat sekitar usaha agar masyarakatnya mengamankan usaha tersebut. Masyarakat dilibatkan, agar maju bersama karena kebersamaan.

Intuisi, ide dan gagasan bisnisnya memang pemilik usaha yang mencetuskannya. Tapi mulai kajian feasible usaha, tetap dipercayakan penuh kepada Tim Pemikirnya. Mulai intelijen pasar, kajian agroklimat dan komoditas, fisibilitas keuangan/ekonomi, manajemen risiko dan lainnya dikelola oleh para ahli di sekitar pengusaha pemilik perusahaan tersebut.

Begitu pun dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi hasil kinerja. Dominan dipercayakan kepada manajemen agar makin matang karena banyak melakukan. Agar mempraktikkan teori yang telah didapat di perguruan tinggi. Habis praktik agar dapat teori baru lagi yaitu ilmu hikmahnya. Agar jadi bekal melangkah lagi lebih sempurna lagi.

Dalam adaptif dengan teknologi inovasi. Sangat disadari oleh pemilik usaha bahwa ” pasti ” Tim Pemikirnya jauh lebih pintar dan skill dalam operasional alat teknologi terbarunya. Misal IT, Robotik, Drone, Alat Berat dan lainnya. Yang kesemuanya agar makin terukur cepatnya dan kualitasnya serta terpenting harga pokok produksi (HPP) makin rendah lagi, agar makin kompetitif lagi.

Hal keuangan, pengusahanya selalu disiplin mengendalikan dan mengontrol ” nadi usaha ” yaitu cashflow. Walaupun untuk kontrol detail penggunaan dana dan pemasukan dana selalu dipercayakan kepada tim independen yaitu “Akuntan Publik “, ini hal penting sekali.

Lambat laun, usaha pun tumbuh dan berkembang. Tidak perlu banyak melibatkan diri. Justru paling tidak suka, jika ada stafnya ” membuat kesibukan ” untuk owner perusahaan tersebut. Makin minimal terlibat kesibukan rutin bisnisnya, maka makin baik, sepanjang tetap aman terkendali dan produktif. Kalau bisa, usaha tetap jalan produktif dan pengusahanya jalan – jalan menunaikan misi kemanusiaannya.

Kesimpulan, ilmu leadership sangat penting bukan hanya dipahami dan dihafal saja. Tapi mutlak ” harus dipraktikkan ” sesering mungkin hingga refleks. Lalu jadi terampil. Pasti salah, kadang lucu dan aneh – aneh. Tapi pasti pula lambat laun akan terampil berpikir, berkata dan bertindak nuansa leadership. Karena pada hakikatnya semua dilahirkan punya hak sama jadi leader, hanya mampu tidak membiasakan leadershipnya dipraktikkan, agar jadi leader legendaris di masyarakatnya.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *