Wayan Supadno
HPP (Harga Pokok Produksi) biasa disebut indeks biaya produksi, hasil bagi antara biaya produksi dengan hasilnya. Era kekinian dan ke depan inilah yang akan jadi pemimpin pasar global. Berikut kisahnya, ada ilmu hikmahnya.
1). Skala Negara.
Kunci utama RRT semua produknya bisa jadi raja pasar di seluruh dunia, karena mampu merebut pangsa pasar kompetitornya. Paling utama karena murah, karena HPP nya rendah. Semua pesaing kalah murahnya.
Karena risetnya mencari inovasi yang bisa menekan HPP nya. Konkretnya mesin pabrikasi, alat berat, kendaraan, elektro, tekstil dan lainnya. Selalu paling murah. Hingga seperti diskon 40% dari harga pesaingnya.
Iklim usaha juga “mengarah” agar HPP semua produk rendah lalu bisa jual murah. Konkretnya pelabuhan, jalan tol, kawasan industri dan sarana produksi terkoneksi. Agar pengusahanya suka investasi dan ekspansi.
2). Skala Pengusaha.
Seorang sahabat, ketemu di Bandara Soetta. Ngobrol santai dengan saya. Bisa punya puluhan cabang rumah makan padahal baru 12 tahun lalu merintisnya. Prinsipnya sama yaitu tekan HPP nya. Agar bisa jual murah.
Integrasi, punya kebun sayur dan dapur bumbu terpusat. Agar serba murah dan standar. Berulang kali mengatakan semua artikel dan video saya disimak dan dipraktikkan. Kami diskusi sangat produktif.
Karena kami sesama praktisi bisnis, hanya bedanya saya suka obral ilmu dan pengalaman, itu ujarnya. Termasuk prinsip tekan HPP menyalip di tikungan, manajemen jarak jauh, manajemen PPIC dan lainnya.
3). Petani Peternak.
Saat masih jadi murni petani, belum jadi peternak. Percepatan majunya dianggap lambat karena HPP nya tinggi. Lalu integrasi ada ternak sapi dan tanam jagung manis. Ekonomi sirkular nol limbah jadilah pesat maju, karena HPP rendah, laba tambah.
Petani sawit, saat hanya sawit lambat majunya. Tapi sejak ada sapi, feses urine jadi pupuk sehingga anggaran NPK rendah, terkurangi jumlahnya. Lahan makin subur, panenan makin banyak tapi biaya makin murah. HPP jadi rendah.
Peternak penggemukan sapi selalu riset formula terbaiknya, yang termurah tapi ADG pertumbuhan bobot/hari tertinggi. Itu yng yang dipakai skala sapi banyak. Modal sama awalnya hanya bisa 0,8 kg/ekor/hari berubah bisa 1,6 kg/ekor/hari. HPP drop bisa lomba harga.
Petani padi, tiap petak dibuat perlakuan beda. Ketemu yang terbaik ternyata dengan pupuk organik Organox, pupuk hayati/mikroba Bio Extrim, dolomit dan NPK seperlunya. Plus Hormonal Hormax. Bisa 9 ton GKP/ha modal Rp 24 juta, HPP Rp 2.700/kg . Laba besar, jual Rp 6.500/kg. Sewa sawah diperluas, cepat makmur.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630