Thu. Jan 15th, 2026

Memperhatikan kisah banyak guru yang saya kenal, termasuk 2 orang guru di bawah ini. Sungguh sangat patut saya teladani. Waktu sisa, diberdayakan bertani dan beternak pada ceruk pasar. Bukan suka usaha ikutan di pasar besar.

1. Di Lampung Utara, sejak dulu mungkin hingga saat ini. Hanya menanam gambas dan terong. Itu saja. Tiada hari tanpa panen, karena dikondisikan waktu tanamnya, agar selalu dapat panenan tiap hari.

Setia pada ceruk pasar gambas dan terong saja. Itu saja. Kesannya sepele. Tapi nyata hidupnya sehat bahagia dan sejahtera. Ketiga anaknya sudah pada lulusan pasca sarjana. Nampak jelas profesinya sebagai pendidik. Membanggakan.

Tahun 2010, saya mengenalnya, kagum. Menjumpai saya membawa mobil Innova dari hasil gambas dan terong. Bersama keluarganya. Sengaja datang ke Cibubur karena minta tolong agar boleh jadi agen penjualan Hormax dan Bio Extrim, produk formula saya.

Hingga pernah saya ajak tampil di TVRI, karena ada acara Dialog Interaktif Live hal pertanian organik. Testimoni. Agar berkisah. Agar jadi inspirasi banyak orang. Agar membuka tabir. Agar hidupnya bermanfaat bagi orang lain. Guru juga bisa jadi suri tauladan bertani.

2. Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun) Kalteng. Seorang Guru bersama Kadesnya datang ke rumah Pangkalan Bun. Beberapa tahun silam. Memohon jadi mitra usaha penggemukan sapi. Karena waktu sisanya diberdayakan ternak sapi.

Nampak sekali sudah terampil mengelola sapi penggemukan. Khususnya Limosin Simental. Dari pola pikirnya daya nalar analisisnya, tutur katanya dan memperlakukan sapi tanpa perlu lagi diragukan. Saya hanya bisa memuji di dalam hati. Luar biasa.

Tiada kesan menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan orang lain. Adanya hanya berbuat dan berbuat nyata agar bermanfaat bagi orang lain. Sembari mengajak lainnya agar berbuat juga. Termasuk datang ke rumah juga mengajak rombongan.

Berkisah kalau sapinya sudah berulang kali tembus bobotnya di atas 1 ton. Juga pernah juara lomba sapi di Pangkalan Bun Kalteng. Strateginya, hati – hati memilih bakalan sapi. Dicari yang postur anatominya berpotensi bisa di atas 1 ton. Pakan bermutu tapi murah.

Ujarnya, ciri berpotensi 1 ton jika kakinya besar kokoh siap menanggung beban 1 ton. Tulang punggung datar panjang. Ekor panjang. Moncong besar. Bokongnya semok lebar siap menampung otot ganda. Bahunya lebar juga. Terpenting sehat tanpa cacat.

Pakannya hanya limbah tahu, minumnya hanya limbah cucian kedelai dari pabrik tahu dan hijauan pakan ternak hasil riset (inovasi). Misal zanzibar pakchong atau gama umami. Sengaja ditanam di samping kandang agar tanpa banyak menyita waktu dan biaya.

Kedua guru di atas kariernya juga lancar. Hingga jadi kepala sekolah di Lampung Utara. Tentu karena karyanya di luar jam dinas nyata bermanfaat bagi sekitarnya, berdampak rasa hormat masyarakatnya makin menyempurnakan. Sungguh bisa digugu dan ditiru.

Termasuk saya juga ikut meng-gugu dan saya tiru juga. Saya dapat ilmu hikmah banyak sekali. Tentang dahsyatnya kekuatan ikhlas, rendah hati dan potensi ceruk pasar. Rasanya tidak bisa saya urai di sini, terlalu banyak dan bernilai. Terima kasih Pak Guruku.

Selamat Hari Guru, semoga putra – putri bangsa ini mampu melahirkan buah pikir dan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara. Semoga Guru rahayu selalu.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *