Wed. Jan 14th, 2026

KEKUATAN IMAJINASI

ByWayan Supadno

Dec 29, 2023

Albert Einstein mengajarkan bahwa betapa sangat pentingnya sebuah imajinasi, bahkan jauh lebih penting dari ilmu pengetahuan. Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan kejadian sesuatu atas pengalaman orang lain atau dirinya. Dijadikan sebuah persepsi dirinya.

Sudah terlalu banyak sarjana dan lulusan pascasarjana bercita – cita jadi pengusaha tapi gagal di tengah jalan. Bahkan lulusnya dengan nilai teorinya A semua. Itu sesungguhnya karena belum bisa memberdayakan kekuatan imajinasi.

Tapi sayangnya, ada yang ” kurang ” rendah hati, dengan mengatakan memang saya batalkan keinginan jadi pengusaha. Memang saya tidak suka jadi ilmuwan sekaligus punya perusahaan karyawan banyak. Ini pribadi sangat teoritis.

Padahal ini hanyalah sikap ” ngeles ” saja. Mangkir dari fakta. Mencari pembenaran diri. Bukan mencari kebenaran sesungguhnya karena kaji ulang lalu berbenah pada langkah – langkah berikutnya. Tidak mau mengambil ilmu hikmahnya.

Sebaliknya hasil survei bahwa 87% konglomerat di Indonesia yang mampu memberdayakan karyawan puluhan ribu orang, mereka berlatar belakang dari keluarga sederhana. Bahkan banyak di antaranya pendidikan formal tanpa perguruan tinggi.

Sesungguhnya pula itu bisa terwujud karena tahu persis pentingnya sebuah imajinasi dan dahsyatnya kekuatan imajinasi sungguh diberdayakan dengan sebaik mungkin. Karena sebagian orang mengatakan imajinasi adalah manifestasi kecerdasan emosional.

Ironisnya lagi orang – orang yang menjadikan para pengangguran berubah jadi produktif dan sejahtera. Orang – orang yang jumlahnya terbanyak dalam membayar pajak untuk APBN. Dianggap kebetulan belaka. Bahkan ada yang dituding serakah atau menyembah harta.

Sehingga sangat perlu kita sesekali mawas diri. Agar tahu diri. Masihkah kita berani mengatakan kesuksesan yang diraih orang – orang di bawah ini karena kebetulan bernasib baik semata. Misal, H. Chairul Tanjung, H. Dahlan Iskan, H. Abdul. Rasyid, H Isam, Susi Pudjiastuti dan lainnya.

Masih beranikah kita mengatakan kepada mereka di atas, tergolong orang tanpa punya ilmu banyak karena sebagai praktisi bisnis. Hanya karena kita ke GR an ” merasa ” punya ilmu teori paling tinggi hingga setinggi langit sekalipun, hanya karena pendidikan formal semata.

Ini harus disadari agar jumlah pebisnis di Indonesia tidak hanya minim sekali 3,46% saja. Kurang banyak sekali agar ideal minimal jadi negara maju harus punya pengusaha 8% berarti kurang 5% lagi, setara 12 juta orang (pengusaha baru) lagi. Ini penting sekali.

Kesimpulannya buat kawula muda. Tiada kesuksesan jatuh begitu saja dari langit. Tiada kesuksesan tanpa ” kemauan keras ” mewujudkan imajinasinya. Tiada kesuksesan hanya dengan 1 telunjuk menyalahkan orang lain, lupa 4 telunjuk tersisa sesungguhnya buat dirinya.

Artinya jika kawula muda mau membuat perubahan besar pada dirinya di masa depan harus punya imajinasi terhadap dirinya sendiri. Kelak mau jadi seperti siapa dan imajinasi itulah dicintai dengan pekat mau diwujudkan. Dengan begitu akan punya bayu belajar dan praktik tiada henti sekaligus selalu mencari cara mewujudkannya.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *