Kalau kita menyimak berita dari hari ke hari makin seram saja. Utamanya tsunami resesi global telah melanda banyak negara. Utamanya di Eropa.
Pangan akan mahal itu pasti karena Indonesia belum berdaulat pangan. Terjadi PHK itu pasti, pada industri yang produknya ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.
Ratusan triliun untuk impor pangan. Misal gandum 11 juta ton, gula 4 juta ton, kedelai 3 juta ton, daging dan sapi setara 1,5 juta ekor, jagung 2 juta ton dan lainnya.
Tulang punggung ekonomi tahun 2023. Dari sawit devisanya diprediksi Rp 600 triliun. Pajaknya Rp 350 triliun. Wujudnya pajak ekspor, pungutan ekspor, PPN, PPh dan lainnya.
Itulah hasil kami diskusi dengan beberapa Tokoh Sawit Indonesia, melalui telepon. Sehabis acara FGD di IPB University hal sawit juga. Yang dihadiri penta helix sangat strategis semua.
Dengan potensi pada sawit sebesar itu akan jadi pendukung utama neraca perdagangan. Devisa untuk impor pangan dan lainnya. Impor pangan aman karena ada devisa sawit sangat besar.
Sawit juga akan jadi pemasok pajak untuk APBN. Jumlah sangat besar. Bisa dibuat sebagai pengaman sosial bagi yang terdampak pengurangan karyawan lalu menganggur. Misal bansos atau subsidi.
Pak Luhut mengatakan bahwa luas sawit Indonesia bukan lagi hanya 16,38 juta ha lagi. Tapi sudah 16,8 juta ha. Akan goal produksi 100 juta ton CPO/tahun. Karena dominan milik petani sudah memakai benih inovasi. Provitas dan rendemen tinggi.
Dunia sangat butuh sawit. Sebagai bahan bakar nabati (BBN), pangan, kosmetik dan farmasi. Tiada pilihan yang semurah sawit. Hasil kajian dunia masih kekurangan minyak nabati 51 juta ton/tahun hingga tahun 2030.
Jika potensi pasar itu tidak dipenuhi maka harga sawit akan terus meroket. Pangan migor bisa mahal. Jika harus hanya dari kedelai untuk minyak nabati, maka luas tanam kedelai harus ditambah 97 juta ha lagi. Boros lahan. Merusak iklim bumi.
Ilmu hikmahnya, sungguh kita bersyukur punya sawit terluas di dunia. Jangan sampai kita mau diprovokasi kampanye hitam. Seperti kelapa tahun 1990 an. Dampaknya kelapa kita terbengkalai saat dunia lagi mengidolakan, saat ini.
Banyak lahan terlantar bekas pembalakan jadi hijau lestari karena sawit. Produknya sehat. Masyarakatnya dapat pekerjaan. Indonesia resisten dari ancaman berbagai masalah global. Sekali lagi, sawit harus kita jaga keberlanjutannya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630