Ide bisnis artinya gambaran singkat dan tepat terhadap bisnis yang mau didirikan atau dijalankannya. Ide bisnis merupakan langkah awal yang ” teramat penting ” bagi kawula muda yang hendak berbisnis. Akan menentukan percepatan majunya sebuah usaha. Apalagi jika sudah dikaji perbandingannya antara beberapa ide bisnisnya.
Tercetusnya ide bisnis. Tinggi tidak frekuensi lahirnya ide bisnis sangat dipengaruhi oleh talenta seseorang. Walaupun ” sangat bisa ” dilatih agar terbiasa hingga bisa. Lalu karena sering jadilah refleks dan terampil melahirkan ide bisnis saat ketemu situasi apapun juga, termasuk situasi terancam tetap memperkaya ide bisnisnya.
Berikut ini bahan pembelajaran kawula muda hal ide bisnis, dari pengalaman pribadi saya dalam memberdayakan diri. Agar nuansa motivasi, edukasi dan inspirasi bagi kawula muda yang hendak berbisnis. Saya urai sejak saya mengawali bisnis dari titik nol. Uji petik saja dari rangkaian perjalanan bisnis saya sendiri.
- Tahun 1995, belum punya ilmu bisnis, modal dan waktu banyak. Karena jadi anggota militer di Rindam l/BB Pematang Siantar Sumut. Orang Tua dan Mertua keluarga sangat sederhana makanya transmigrasi. Ide bisnis lahir mau jual beli karung bekas ke Kilang Padi karena melihat panen padi memakai karung baru, itu kan boros HPP nya tinggi.
Saya tawari karung bekas harga 50% dari baru. Mencari karung bekas pupuk dan beras di PTPN IV. Bisa jadi tumbuh usahanya dengan memberdayakan kawula muda. Begitu juga melihat pinang di pinggiran kebun sawit dan kiri kanan jalan berjatuhan hingga tumbuh tiada pernah dipanen. Uji ekskpor ternyata bisa jadi bisnis, melibatkan kawula muda pengangguran jadi bisnis sehat.
Lahir ide bisnis lagi walaupun tiada punya modal. Menyerang pangsa pasar batu bara sebagai pemanas boiler di pabrik kertas. Saya tawari cangkang sawit dan sekam padi. Dengan proses riset 2 truk saja, melibatkan banyak orang agar tanpa mengganggu dinas militer jadi bisnis lumayan setidaknya 5,5 tahun bisa punya deposito Rp 6,7 miliar cara halal jualan limbah.
- Tahun 2000, dinas militer jadi Wakil Kepala RS Tentara di Pekanbaru Riau. Mendirikan klinik dan apotik di 2 lokasi. Ternyata produktif dan sangat pesat karena di kawasan industri. Di scale up jadi rumah sakit tepat di depan pintu gerbang pabrik pulp and paper raksasa terbesar di Asia.
Ide bisnis muncul ada bukit 6 hektar dijual bertahun – tahun dipasang plang tiada pembeli. Lahan berbukit saya beli. Ternyata setelah saya ” cut and fill ” hasil jualan tanah timbun setara dengan nilai beli lahan 6 hektar tersebut. Praktis lahan bagai gratis. Pendek kata tinggal cari modal membangun rumah sakit dan perumahan.
Ide bisnis muncul lagi, ada perusahaan raksasa lain lagi. Kebutuhan obat farmasi miliaran per bulannya. Karena karyawannya ribuan orang. Suppliernya perusahaan besar dari Jakarta. Lagi saya menyerang penawaran dengan harga pabrik, 3 bulan tanpa laba. Setelah itu minta diskon ke pabrik farmasi, dapatlah 15 sd 20%, itulah laba saya.
- Tahun 2008, pindah tugas lagi ke Jakarta. Sebagai Perwira Peneliti di Labiomed. Karena tiap hari mengurusi bahan baku infus dan mikroba. Maka ide bisnis lahir lagi melakukan riset pribadi membuat formula pupuk hayati Bio Extrim, hormonal Hormax dan pupuk organik Organox. Beredar di pasar jadi ” market leader ” hingga saat ini. Banyak reseller online dan petani memakainya.
Ide bisnis kembali hadir pasca sukses menanam cabe dan buncis hingga diliput banyak Tv swasta. Lalu ide bisnis sewa lahan tandus cadangan perumahan di Jonggol 21 ha, saya cetak ulang jadi sawah dan diremediasi. Sambil uji efektivitas Bio Extrim, Hormax, Organox dan Bomax ( pestisida hayati).
Sukses menamam padi 21 hektar dan singkong 37 hektar. Hingga berulang kali dipanggil Presiden SBY dan mengisi Dialog Interaktif Live di TVRI Pertanian Organik, selama 2,5 tahun, tiap Jumat pagi. Ini mendorong makin suka melatih ide bisnis lain lagi agar makin cepat tumbuh usaha, sehingga makin banyak menyerap pengangguran jadi produktif.
- Tahun 2012, pertama kali menginjakkan kaki di Pangkalan Bun Kalteng. Karena masih sangat sibuk jadi perwira militer maka membentuk manajemen bisnis agro dikelola jarak jauh. Ide bisnis muncul lagi melihat tanah murah karena tandus sebagian bekas tambang pasir.
Saya menerapkan teknologi remediasi ala Israel dan Ethiopia. Pupuk kandang saya perkaya mikroba dari Bio Extrim dan Hormax. Jadilah subur saya tanam buah naga dan jeruk Madu Chokun. Karena butuh pupuk kandang banyak maka tanya peternak sapi sumber pupuk kandang tersebut.
Kiatnya ternyata yang penting HPP harus Nol. Caranya biaya merawat harus sama dengan omzet dari pendapatan jual feses sapinya. Lalu ikutan ternak sapi berawal 3 ekor tahun 2018, saat ini jadi ratusan ekor. Saat ini lahan kandang sapi 57,8 hektar diubah jadi perumahan.
Ide bisnis karena lahan tersebut terisolir. Murah. Saya bebaskan lahan jalan 10 x 200 meter dan saya bangun jalan maupun jembatan 8 meter. Jadilah bernilai tambah. Apalagi saat ini saya lakukan ” cut and fill ” harapan agar rata jadi Kota Satelit di Pangkalan Bun Kalteng. Karena hanya berjarak 10 menit dari Bandara maupun Kantor Pemda.
Kesimpulan, benar apa kata John F. Kennedy bahwa ” Ide akan abadi tiada matinya “. Ide akan makin berarti jika sudah dikaji dan eksekusi langsung diimplementasikan di lapangan. Ide sebaik apapun akan tiada arti jika hanya sebatas ide, hanya akan jadi bagai mimpi – mimpi belaka tanpa makna.
Kawula muda harus membiasakan mencetuskan hingga refleks terampil berbagai ” ide beda “, agar hasilnya beda dari lainnya.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630