Kisah di bawah ini penuh ilmu hikmah bagi pemerintah dalam membuat kebijakan. Ada 6 lokasi kandang sapi baru saja dibeli, karena lebih dari 8 tahun ditutup bangkrut, akibat serangan daging beku impor yang sangat murah.
Sekarang aktif kembali ternak sapi bahkan ekspansi kandang baru untuk sapi penggemukan (fattening) dan pembibitan (breeding). Karena ada kebijakan tanpa ada kuota impor sapi. Ratusan pengangguran dapat pekerjaan.
Sahabat saya lain lagi, dulunya rajin membeli sapi lokal. Berhenti kerja jadi jagal di rumah potong hewan (RPH). Dampaknya kandang dan RPH tutup, karyawannya di PHK massal, daya beli anjlok. Peternak dan jagal jadi pemasar daging beku impor. Menyedihkan. Peternak India happy.
Judul di atas maksudnya sebuah saran masukan agar menghentikan kebijakan mendatangkan daging beku dari luar negeri. Untuk melindungi peternakan Indonesia, menjaga kualitas pangan, mencegah PHK massal atau masalah kesehatan.
Maksudnya ;
1). Melindungi peternakan lokal. Impor daging beku sering membuat daging lokal kalah saing karena harga daging impor bisa jauh lebih murah.
2). Menjaga kedaulatan pangan. Ketergantungan pada daging impor membuat negara rentan jika ada krisis global atau gangguan pasokan dari luar.
3). Menjaga kualitas dan keamanan pangan. Daging beku dari luar negeri bisa jadi tidak memenuhi standar kesehatan atau sudah terlalu lama disimpan.
Mudarat / kerugiannya :
1). Merugikan peternak lokal. Daging impor yang murah membuat produk peternak lokal tidak laku. Akibatnya, banyak peternak gulung tikar.
2). Kualitas daging kurang segar. Daging beku biasanya sudah disimpan lama dalam suhu rendah, dan mungkin kehilangan nutrisi atau bahkan tercemar jika rantai dinginnya tidak terjaga.
3). Ketergantungan pada negara lain.Jika terus bergantung pada impor, negara akan kesulitan mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging nasional.
4). Pengangguran dan kerugian ekonomi. Industri peternakan lokal yang merugi akan berdampak pada PHK, pengangguran, dan menurunnya pendapatan petani serta pelaku UMKM di sektor daging.
5). Potensi penyebaran penyakit. Beberapa kasus impor daging beku ditemukan mengandung bakteri atau penyakit hewan yang berisiko bagi kesehatan manusia.
Contoh nyata ;
Kasus impor daging kerbau beku dari India ke Indonesia
Banyak daging beku kerbau dijual di pasar dengan harga murah, membuat peternak sapi lokal di Indonesia terutama di Jawa dan Nusa Tenggara, tidak bisa menjual sapinya karena kalah harga jauh sekali. Pemotongan sapi betina produktif, massal.
Penurunan populasi peternak lokal
Di beberapa daerah, para peternak berhenti beternak karena harga jual daging lokal tidak bisa menutup biaya produksi. Nasional data BPS 2013 sd 2023 depopulasi sapi 2,45 juta ekor. Menyedihkan. Inilah contoh konkret kebijakan tanpa kajian empiriknya.
Untungnya sekarang ada kebijakan tanpa batas kuota impor sapi hidup utamanya sapi betina dan bunting, agar ada lapangan kerja dan swasembada sapi ke depannya. Sehingga ke depan tidak terlalu banyak menguras devisa, lalu dolar AS terus menguat dari tahun ke tahun, rupiah melemah. Kita bisa asal mau.
Salam Mandiri 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630