Tahun 2021, manajemen sebuah perusahaan, memutuskan hubungan kerja (PHK) kepada 4 orang sopir. Serentak seketika. Karena melakukan pelanggaran mental terkolektif. Bagai benalu.
Begitu juga ada unsur pimpinan seorang lulusan perguruan tinggi dan pascasarjana. Karena produktivitasnya tidak sebanding dengan pendapatannya. Cost and benefit analysis nya, tidak sebanding.
Bagian muat sawit. Biasanya 12 orang anggaran Rp 25/kg, masih juga lambat. Dikaji dengan Loader hanya Rp 8/kg. Sehari bisa kelar 100 ton. Menekan harga pokok produksi (HPP).
Sebaliknya lagi, merekrut unsur pimpinan dari perusahaan lain. Sekalipun gaji dan fasilitas lebih mahal tapi masih lebih efisien, karena produktivitasnya.
Tenaga manual nyemprot herbisida untuk gulma. Mengukur luas lahan. Sensus bibit tertanam. Semua itu paling cepat dengan Drone. Juga objektifnya terukur. Drone menggeser tenaga kerja banyak sekali, PHK lagi.
Dari ragam kisah nyata di atas. Walaupun masa lalu. Tetap jadi sumbernya ilmu yaitu ilmu hikmah. Bijaknya jadi bahan pembelajaran agar makin sempurna pada langkah berikutnya. Agar makin kompetitif.
1. Ternyata jika tanpa menghasilkan bagi perusahaan. Apalagi hanya jadi beban makin menyibukkan lainnya. Ekstrim lagi jika jadi benalunya perusahaan. Maka tidak dibutuhkan (PHK).
2. Ternyata walau lulusan pendidikan tinggi hingga pascasarjana sekalipun. Jika yang diberikan oleh perusahaan tidak sebanding dengan yang didapat ( take and give ). Maka juga tidak dibutuhkan (PHK).
3. Ternyata demi produknya makin kompetitif. Agar usaha tetap bisa bertahan harus adaptif dengan teknologi (Loader). Sehingga tukang muat pun kalah bersaing dengan Loader, di-PHK juga.
4. Ternyata demi efisiensi dan validitas serta percepatan tuntasnya pekerjaan. Drone, jadi pesaing tenaga kerja. Jika tanpa inovatif, akan tergilas dalam sengitnya persaingan.
Artinya, era inovasi era kompetisi. Sumber masalah baru, harus adaptif. Pesaing tenaga kerja. Yang menciptakan ilmuwan, sang inovator, kita sendiri. Manusia yang mampu memberi kontribusi yang berhak dapat rezeki. Perlu diantisipasi.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630