Empiris.
Halangan, rintangan dan hambatan dalam menjalani usaha itu hal biasa. Dinamika usaha. Bagai proses pembelajaran di Universitas Kehidupan, Fakultas Ilmu Hikmah, Prodi Pemberdayaan Diri.
1. Andaikan saat itu tahun 1996, tidak pernah mati ikannya sebanyak 2 truk saat saya bisnis ikan mas dari Danau Maninjau Sumbar dikirim ke Pematang Siantar Sumut.
Mungkin masih saja hanya punya ilmu sembrono. Belum punya ilmu waspada. Belum dikaji sebelum truk berangkat sekitar jam 18 an sore sampai jam 6 pagi.
Sebanyak 2 truk ikan mas mati semua. Rugi banyak. Dianggap SPP kuliah ilmu praktisi. Karena ada HUT Korps Infanteri TNI AD. Long March. Sehingga macet total. Ikan mas sampai tujuan jam 14 an. Terlambat. Fatal.
Ikan mas mati semua dalam kemasan. Karena batas waktu cadangan oksigennya 14 jam saja. Perlu kaji ulang kemasan, prediksi dan antisipasi di jalan. Itulah ilmu hikmah kehidupan, adanya di masa yang berlalu. Untuk masa depan.
2. Begitu juga 2 minggu lalu. Andaikan saya tidak mengirim bibit durian jumlah banyak ke Pangkalan Bun Kalteng. Saat cuaca tidak menentu. Dikaji dulu antara potensi peluang dan ancamannya.
Mungkin tidak terjadi gagal, bibit durian dominan mati. Karena batas waktu 4 hari. Ternyata 2 minggu baru sampai Pangkalan Bun. Karena kapalnya bermasalah. Otomatis rugi banyak. Itulah ilmu hikmah kehidupan.
Dapatnya ilmu lapangan karena menjalani ( tinemune ilmu kanti laku ). Dipraktikkan lalu dikaji ulang, dijalani lagi dan kaji ulang lagi. Terus dijalani lagi, lebih sempurna lagi berbekal ilmu hikmah sebelumnya (masa lalu).
Apakah kapok, menghakimi diri sendiri tidak punya bakat sebagai pebisnis, tidak pantas punya kebun durian luas dan lainnya. Agar berhenti berbuat, agar berhenti jadi pejuang jadi manusia yang berusaha bermanfaat bagi orang lain ?
Tidak.
Sekali lagi, tidak.
Sepanjang jumlah laba dikurangi rugi. Masih sisa laba. Lanjut dan lanjut tetap melangkah. Lebih hati – hati dan sempurna. Agar minimal risikonya, optimal peluangnya.
Petuah Jawa di Pedesaan ” Sejatine urip kudune diurip – uripi ben urup padang madangi sanak kadang /sesungguhnya hidup harus dihidup – hidupkan agar hidup nyala terang menerangi sekitarnya.
Artinya proses membekali diri dan langsung dipraktikkan di lapangan adalah bagian penjabaran. Menghidup – hidupkan kehidupan. Utamanya diri sendiri ( ngulir pambudi ) agar hidup terang. Bermanfaat bagi sesamanya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630