Wed. Jan 14th, 2026

Artikel singkat ini hanya hiburan semata. Jenaka lamunan. Andaikan pada alur cerita terkandung ada yang menyerupai kisah seseorang, itu hanyalah faktor kebetulan. Tiada maksud menyindir atau konotasi negatif lainnya. Harapannya ada ilmu hikmahnya, bisa dihindari jika tidak baik. Diambil yang bermanfaat saja.

Seorang pengusaha kelas atas, laba dari beberapa perusahaan yang dimiliki di atas Rp 500 miliar/tahun. Wajar karena karyawannya saja belasan ribu orang. Pajak buat APBN puluhan miliar per tahun. Usahanya makin menggurita di mana – mana. Persis punya kran sumber income banyak, kontinuitas tinggi mengalir terus.

Di tahun politik seperti saat ini. Tiada pernah bersuara, tetap sunyi senyap persis operasi intelijen saja. Yang penting target sasaran bisnisnya goal terkuasai dengan sempurna. Tidak heran banyak tamu elite politik datang silih berganti minta dukungan, maklum jadi bonggolnya belasan ribu KK karyawan dan rekanan usahanya.

Agar iklim usaha yang ada kaitan dengan bisnisnya tetap berpihak seperti yang sudah – sudah. Usaha lancar jaya. Karyawan juga aman nyaman produktif. Semua Ketiga Paslon Presiden direstui dan didukung. Tentu beda waktu ketemunya. Dibekali Rp 20 miliar/tim suksesnya para paslon. Total dukungan dana segar Rp 60 miliar.

Jumlah Rp 60 miliar hanya setara 12% dari laba per tahunnya. Itu kecil baginya. Karena hanya setara dengan laba 2 bulan yang disetor oleh para manajemen beberapa perusahaan miliknya. Yang penting dianggap semua paslon, sama jarak dan sama dekat. Semua terlihat mesra. Itupun tanpa kuitansi, cukup pakai bungkusan. Nampaknya kecil bungkusannya karena dengan mata uang dolar.

Pengusaha tersebut tidak mau tampil di publik. Apalagi ikutan kampanye sampai mau merendahkan salah satu paslon. Misal dengan teriak – teriak menghakimi sesama manusia. Seolah dirinya paling suci ahli surga saja. Sangat dihindari. Tidak mau jadi orang yang menjengkelkan. Maunya yang terlihat sejuk produktif saja.

Saat pemilu tiba, salah satu paslon menang. Spontan tim suksesnya bahkan termasuk paslon ikutan mengucapkan terima kasih atas dukungan moril pasukan karyawan jumlahnya belasan ribu kepala keluarga dan materiil Rp 20 miliar untuk kampanye. Dipikir hanya paslon itu saja yang dapat dukungan. Ehm !

Praktis orang – orang dekatnya ada di sekitaran Istana Negara dan Gedung DPR RI di Senayan. Pengaman UU dan Peraturan kaitan usahanya. Konsekuensi logisnya, tiap mau ada UU dan Peraturan baru yang ada kaitan dengan usahanya diminta ikut membaca sebelum disahkan. Agar UU dan Peraturan berpihak kepadanya. Jika ada janggal, cukup dengan kerlingan mata saja, bisa berubah yang berpihak. Aman usahanya.

Berjalan setahun, agar tidak buru – buru dan tidak tercium pihak lain. Mulai berpikir strategi upaya mengembalikan modal investasinya Rp 60 miliar kepada ketiga paslon. Dapatlah kuota impor ” jumlah khusus “. Misal bidang pangan, energi dan lainnya yang labanya besar. Atau mungkin izin usaha tambang dan gas. Atau memakai salah satu hotel mewahnya, dengan anggaran APBN. Lunas. ROI sudah.

Jika ada pejabat di daerah usil. Hem, sekejap saja. Cukup satu gerakan. Pejabatnya kontan dimutasi. Pendek kata, siapa berani main – main, kontan dimainkan. Kadang kalau ada misi cantik, karena ada pesanan oknum nakal, harus dengan cara cantik. Bila perlu dengan orang cantik. Tidak perlu ikutan, agar steril. Pura – pura tidak tahu. Cukup memberi tugas, yang bisa dipercaya dalam misi gerilya ini.

Sebaliknya, jika ada misi perlu demo yang suka dapat upah harian plus nasi bungkus. Tanpa banyak kesulitan karena ada pemborong di bidang pengadaan orang banyak hanya buat demo. Bumbu narasi hoax. Yang penting terkendali. Sasaran terduduki. Bisnisnya lancar menggurita, karena Leadernya orang – orang lulusan terbaik di pascasarjana kampus terbaik. Dirinya tanpa gelar banyak, bukan masalah. Selesai.

Cibubur, 2 Januari 2024
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *