Thu. Jan 15th, 2026

Jika ada tamu baik itu di rumah Cibubur atau rumah Pangkalan Bun Kalteng atau di Kandang Sapi atau di Kebun sawit, jeruk, durian dan tempat usaha saya lainnya.

Sering kali saya dituduh sebagai anaknya konglomerat, padahal orang tua saya peserta transmigrasi karena dulunya ” Petani Gurem ” di Banyuwangi Jawa Timur.

Sering juga, dituduh lulusan pascasarjana pertanian atau ekonomi. Padahal hanya lulusan D3 Kesehatan Unair Surabaya dan Sepamilwa Akmil Magelang.

Punya RS Satya Insani dan beberapa klinik apotek di Riau. Dituduh dananya dari spanyol (separo nyolong). Padahal paling anti korupsi, mengotori keluarga dengan harta haram.

Mengenang prosesi merintis bisnis ( startup ). Karena hampir semua orang ingin hidupnya sehat, bahagia dan bermanfaat bagi orang lain. Bisa membantu orang tua dan masyarakat sekitar. Saya juga ingin seperti itu.

Konkretnya, anak bisa sekolah tinggi tanpa hambatan. Orang tua disenangkan. Masyarakat yang menganggur dikaryakan. Masyarakat terkendala sekolahnya, diberi beasiswa. Yang sakit tidak mampu, diobati.

Tahun 1995. Berawal dari itu, lalu saya bangun mimpi cita – cita agar jadi praktisi/pebisnis/pengusaha. Tidak peduli sedang belum punya ilmu, modal, pengalaman dan apapun.

Punyanya hanya kemauan keras mau membekali diri tiada henti dan terus berbuat. Hasil perbuatan wujud karya selalu tiada yang sempurna. Itu dikaji ulang, dicari salahnya. Disempurnakan lagi pada perbuatan berikutnya.

Tiada hari tanpa gemar membaca, bagai lomba dengan anak – anak saya. Terus beli buku, habis dibaca bukan ditumpuk lalu jadi latar belakang saat foto. Tapi saya berikan ke orang lain agar bermanfaat juga.

Bergaul ke banyak praktisi, sekalipun saya Prajurit TNI. Pangkat Letda saat itu. Agar dapat ilmu empiris inspirasinya. Diseleksi untuk ditiru dengan modifikasi. Yang pas, agar enak disandang dan dipandang.

Lalu jualan karung bekas, cangkang sawit, sekam padi, ikan mas, limbah kayu teh, beras dan lainnya. Polanya dibayar mundur setelah beberapa hari, ruas waktu itu saya berdayakan kepastian pasarnya.

Karena saya sibuk dinas militer, pekerjaan banyak maka makin banyak mengkaryakan orang lain jadi ” Tim Pemikir dan Tim Pelaksana “. Karena tiada punya modal membangun kepercayaan agar orang lain percaya barangnya saya bisniskan.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *