Wed. Jan 14th, 2026

Sejujurnya, latar belakang saya beternak sapi karena membutuhkan limbahnya jumlah besar dan rutin. Bukan semata – mata agar sapi cepat besar dan beranak pinak.

Untuk remediasi lahan yang kurang subur, misal bekas tambang pasir atau memang lahannya berpasir seperti umumnya di Pangkalan Bun Kalteng. Kelas C.

Untuk buah naga, jeruk chokun, durian dan sawit serta kelapa genjah. Kotoran hewan (kohe) sapi diperkaya mikroba. Bio Extrim dan Hormax. Jadi sehat, super subur, murah dan produktif.

1. Tahun 2013 s/d 2018, setahunnya minimal butuh 200 ton. Padahal saya beli di peternak Rp 1.000/kg. Praktis setara minimal Rp 200 juta/tahun untuk belanja kohe sapi. Saya jadi mesin ATM nya peternak.

2. Tahun 2018, mulai mencoba ternak sapi 3 ekor. Pada 3 bulan berikutnya beli 70 ekor, karena mau meneliti potensi limbah sapi feses dan urine setahunnya tiap ekor sapi. Riset saya lakukan selama 6 bulan intensif, hasilnya ;

A. Feses (tahi sapi) dihasilkan oleh sapi dengan pakan rumput. Dapatnya 10 s/d 12 kali lipatnya berat badan hidup (BBH) rerata dalam setahun. Kondisi kering angin. Atau sekitar 4% dari BBH per harinya.

B. Urine (kencing sapi) dihasilkan oleh sapi dengan pakan rumput. Dapatnya 8 s/d 10 kali lipatnya berat badan hidup (BBH) rerata dalam setahun. Atau sekitar 3% dari BBH per harinya.

Artinya sapi indukan 400 kg bobot hidup. Feses kering angin dapat 4% (16 kg) kering angin per hari. Atau 10 kali lipatnya 4.000 kg (4 ton)/tahun. Urine dapat 3% (12 liter/hari) atau 8 kali lipat BBH 3.200 liter/tahun.

Jadi pupuk media biak biang mikroba Bio Extrim dan hormonal Hormax. Setara Rp 1.000/kg feses x 4.000 kg = Rp 4 juta/ekor/tahun. Urine Rp 500/liter x 3.200 liter = Rp 1,6 juta. Total dapat Rp 5,6 juta/ekor, 400 kg/tahun.

Agar hemat tenaga dan biaya. Saya tanam rumput inovasi Pakchong, Zanzibar dan Gama Umami (UGM) di sekitar kandang. Kadar protein kasar (PK) 16% di atas SNI 14%. Potensinya 700 ton/ha. Bisa untuk 50 ekor sapi 400 kg.

Maka 1 orang karyawan bisa mengelola sapi 60 s/d 70 ekor. Menghasilkan pupuk dari kohe sekitar Rp 5 juta/ekor x 60 s/d 70 ekor = Rp 300 s/d Rp 350 juta/tahun. Divisi peternakan menjual ke divisi kebun, dana beli pupuk NPK dikurangi. Alam lestari.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *