Wed. Jan 14th, 2026

Bagi anak muda yang serius mau cipta lapangan kerja, karena jadi pebisnis solusi masalah di negerinya sendiri. Kisah di bawah ini kaya ilmu hikmah. Jadi bahan pembelajaran bisa diterapkan sendiri.

1). Di Banyuwangi.

Seorang sahabat fokusnya hanya usaha membuat peti kemas buah – buahan dan hasil bumi. Misal jeruk, buah naga, jambu air, cabai dan lainnya. Untuk dikirim ke Pasar Induk Jakarta dan lainnya.

Tiap hari omzetnya minimal Rp 30 juta, karena bisa jualan lebih dari 2.000 peti kayu atau setara untuk 10 truk pengirim buah. Laba Rp 2.500/peti atau Rp 5 jutaan/hari atau Rp 1,7 miliar/tahun.

Karyawannya ratusan orang yang kerja mulai membelah kayu. Merakit jadi peti oleh Emak – Emak. Ekonomi jadi hidup dinamis. Petani dan pemasar pada senang ada yang ambil peran tersebut.

Ini bisa berjalan jadi usaha yang makin besar karena ” mau mulai ” usaha. Jadi intelijen pasar peti buah. Dikompilasi dan dihitung matang. Hanya minta jatah 20% dari potensi pasar. Cermat.

Sewa lahan kosong dijadikan gudang asal – asalan. Yang penting bisa produksi dan Emak – Emak pada betah merakit papan kayu jadi peti buah. Sekarang ada 3 cabang di Banyuwangi saja. Karena ulet.

2). Di Cibubur.

Ada Tempat Cukur (Barbershop). Untuk kelas menengah ke atas. Punya cabang 138 lokasi, tersebar di Cibubur dan sekitarnya. Padahal 1 cabang omzetnya di atas Rp 30 juta/bulan. Total omzet semua lokasi Rp 4,15 miliaran/bulan.

Tiap lokasi ada 4 karyawan, 3 orang tukang cukur dan 1 orang kasir sekaligus tukang bersih – bersih. Jumlah 138 lokasi 552 orang karyawan. Pendapatan karyawan minimal Rp 5 juta/bulannya.

Caranya gaji pokok Rp 100.000/orang/hari dan komisi Rp 5.000/kepala yang dicukur. Padahal minimal 20 pelanggan/hari. Menghitungnya mudah saja, cari 1.000 orang akan 2 kali sebulan potong rambut harga Rp 50.000/kepala.

Awalnya sewa ruko Rp 30 juta/tahun tapi bayar angsur 3 kali. Sarana prasarananya Rp 30 juta agar terkesan elite lalu nyaman bagi pelanggannya. Sebar brosur harga promosi Rp 40.000/kepala plus keramas.

Kini tiap bulan dapat laba miliaran rupiah. Ngakunya, saya cuma jadi tukang cukur Pak WS. Masih ecek – ecek aja. Padahal 552 orang lebih dikaryakan dan terus tambah cabang hingga targetnya 1.000 lokasi, setara 4.000 karyawan.

Ilmu hikmahnya, ternyata kuncinya ” mau memulai usaha ” walaupun dengan apa adanya. Intelijen pasar. Belajar dari kesalahannya. Lambat laun tahu leadership dan membuat sistem agar usaha tetap jalan, walaupun yang punya jalan – jalan bersama keluarga.

Salam Bernyali 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081576580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *