Wed. Jan 14th, 2026

Tahun 2045, Indonesia genap usianya 100 tahun. Indonesia Emas. Ditargetkan jadi negara maju. Syarat mutlak jadi negara maju jumlah pengusahanya minimal harus 8% dari jumlah penduduknya, seperti Singapura saat ini 8,7%. Jepang, Amerika Serikat di atas itu.

Padahal jumlah pengusaha Indonesia saat ini hanya 3,46% saja. Kurang 5% lagi. Setara kurang 12 juta lagi pengusaha baru. Jika ada 12 juta lagi maka pajaknya dari PKP (Pengusaha Kena Pajak) sekitar Rp 3 miliar/tahun x 12 juta = Rp 36.000 triliun/tahun. Setara 11 kali lipatnya APBN kita saat ini.

Penerimaan pajak hingga Oktober 2023 Rp 2.400 an triliun (Kemenkeu). Sekitar 64% pendapatan negara dari pajak. Artinya pajak mendominasi pendapatan dan pengusaha yang berperan dominan wujud PBB, BPKB, PPh, PPN, pajak ekspor impor dan lainnya.

Bagaimana agar jumlah pengusaha kena pajak (PKP) tambah 12 juta orang lagi ? Padahal selalu mengeluhkan bahwa dirinya tidak punya modal, tidak tahu caranya dan dimulai dari mana. Tapi ingin jadi pengusaha dengan karyawan banyak dan bisa bayar pajak jumlah banyak.

Agar kawula muda bisa dapat ilmu hikmah jadi bekal berani melangkah jadi pengusaha. Berikut ini kisah saya pribadi tahun 1995 mengawali usaha modal dengkul. Tidak punya waktu karena dinas militer dan tidak punya modal karena orang tua baru transmigrasi. Tidak punya ilmunya, karena bukan sarjana bisnis.

Fokus pada imajinasi.

Saya melihat di sawah kilang padi panen gabah memakai karung baru. Saya tawari karung bekas harga 50% dari baru, tentu suka bisa menekan harga pokok produksi (HPP) kilang padi. Karung bekas PTPN Kebun Teh bekas beras jatah dan pupuk. PTPN senang limbah jadi pendapatan.

Beras numpuk di gudang saya pasarkan juga sebaliknya ke PTPN untuk jatah karyawan. Lumayan 5 kebun rutin pesan dari saya. Peremajaan kayu teh, dari pada dibakar di lahan, saya pasarkan ke kilang padi jadi pemanas boiler pengganti kayu karet, pengering gabah.

Dapat laba ratusan juta tanpa modal. Selama 4 tahunan. Dikerjakan oleh tim yang saya bentuk. Manajemen jarak jauh, karena saya jadi guru pelatih militer. Karena fokus pada imajinasi agar kilang padi dan PTPN Kebun Teh di Pematang Siantar Sumut, yang percaya ke saya dapat manfaat dari kiprah saya.

Lalu laba terkumpul, saya jadikan modal usaha yang lain. Diantaranya jual beli benih kacangan PJ (Pueraria Javanica), Pinang diekspor dari pada berserakan hingga tumbuh di bawah pohonnya, sepanjang perbatasan kebun sawit milik perusahaan PMA Belgia.

Limbah pabrik kelapa sawit, cangkang sawit. Saya jual menyerang batu bara bahan bakar boiler pabrik kertas raksasa di Porsea Sumut, mereka senang HPP nya sangat rendah dan ramah lingkungan berkelanjutan. Kata kunci, cipta kondisi agar dipercaya dan menjaga ketat nama baik penyebab kita dipercaya.

Tanpa terasa walaupun awalnya modal kepercayaan, modal dengkul saja. Dapat laba tanpa modal, tapi dari barang dagangan milik orang lain saya pasarkan, selama 5,5 tahun bisa punya deposito Rp 6,7 miliar tahun 2.000 an.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *