Wed. Jan 14th, 2026

Banyak masyarakat “bingung” cara menjabarkan di lapangan agar Koperasi Merah Putih segera jadi kenyataan. Jangan sampai berwacana terus sampai ada “Hari Ulang Tahun Rencana” nya. Berikut ilustrasi, bisa diambil ilmu hikmahnya.

1). Koperasi Serba Usaha.

Sebuah desa dekat pabrik yang butuh banyak bahan baku beberapa macam. Pabrik sawit, misalnya. Koperasi jadi supplier bahan bakunya. Mengambil laba 5% saja. Tapi transaksinya bisa Rp 1 miliar/bulan. Praktis dapat laba Rp 50 juta/bulan setara Rp 600 juta/tahun.

Bunga bank Rp 1 miliar sekitar Rp 60 juta/tahun. Gaji karyawan dan operasional 4 orang Rp 240 juta/tahun. Laba bersih Rp 300 juta/tahun. Bisa dibagi ke warga lumayan/tahunnya sebagai SHU nya. Masyarakat senang tidak cuma jadi penonton dan perusahaan juga nyaman.

Sebuah desa ada perusahaan di desanya sedang meremajakan sawit dan merawat jalan maupun paritnya. Butuh excavator rutun 4 unit/hari. Tiada henti. Koperasi Merah Putih, leasing bunga lunak. Anggaran Rp 8 miliar. Diberdayakan oleh perusahaan 9 jam kerja/hari. Rp 700.000/jam kerja.

Tagihan Rp 160 juta/unit, 4 unit setara Rp 640 juta/bulan. Gaji operator dan pembantunya 10% Rp 64 juta/bulan. Setelah dipotong BBM dan bunga bank sisanya 35% dari omzet setara laba Rp 224 juta/bulan. Laba bersih pembagian SHU lumayan Rp 2,8 miliar/tahun.

2). Koperasi Sembako.

Sebuah desa penduduknya 1.200 KK, Koperasi Merah Putih melayani kebutuhan sembako semuanya. Tiap awal bulan didata kebutuhannya sekaligus mengantar barang pesanan bulan sebelumnya oleh petugas koperasi dengan disiplin.

Dapat omzet Rp 700.000/KK/bulan. Hampir Rp 1 miliar/bulan totalnya. Laba 5% saja setara Rp 50 jita/bulan. Setelah dipotong gaji petugas dan bunga bank bersih dapat laba Rp 350 jutaan juta. Lumayan SHU yang dibagikan. Sebelumnya hanya dinikmati Indomaret, pemiliknya konglomerat.

Selain itu masih punya usaha toko sarana pertanian karena memang sentra pangan. Pupuk, herbisida, pestisida dan lainnya dijual belikan. Labanya sangat tipis agar warga senang toh labanya juga untuk warga juga. Omsetnya Rp 5 miliar lebih/tahun. Labanya meriah jadi SHU nya.

Implikasinya, semangat gotong royong kembali tumbuh. Jiwa kebangsaan dan warna merah putih di dalam dadanya makin nyata. Laba miliaran dinikmati bersama, bukan segelintir orang saja. Kesenjangan ekonomi sosial terjaga, tiada kecemburuan sosial.

Ilmu hikmahnya, membangun Koperasi Merah Putih sungguh sangat mudah. Karena di mata saya, peluang usaha di manapun juga di Indonesia ini “persis” menari-nari di kelopak mata saja. Tinggal mau atau tidak melatih intuisi, daya nalar analisis. Terpenting menjaga reputasi diri agar makin terpercaya.

Salam Koperasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *