Sun. Mar 1st, 2026

Setiap manusia, saya meyakini pernah punya pengalaman hidup terpahit. Hingga tanpa sadar air mata bisa berlinang. Begitu pun pengalaman saya pribadi, sama persis mungkin dengan pengalaman orang lain. Hanya beda kadar, tempat dan waktunya.

Namun, jika fase itu telah berlalu bisa jadi bahan pembelajaran diri sendiri atau mungkin ilmu hikmahnya bisa jadi pembelajaran orang lain. Setidaknya jika mau berbagi ke anak cucu atau kawula muda, juga bisa jadi bahan ajar kehidupan. Pengalaman adalah guru terbaik, pengalaman adalah pendidik sejati.

Berikut ini adalah pengalaman saya, saat air mata berlinang, karena tetesan air mata bathin yang meluap ke mata. Teramat sedih.

1. Saat saya yang ke 2 kalinya tidak naik kelas, kelas 4 di SD Katholik Banyuwangi. Sedih sesedih – sedihnya, karena jadi objek olokan, ” Sudahlah bisu, nakal, tidak naik kelas berulang kali “. Rasanya berontak tidak terima, nangis sejadi – jadinya di hutan jati milik PT Perhutani, dekat rumah. Hanya Tuhan tempat mengadu, tidak terima perlakuan ini.

Andaikan orang tua tanpa menguatkan saya dan diizinkan berhenti sekolah, mungkin saya hanya sampai SD kelas 4 saja. Tapi sungguh saya syukuri, orang tua mengharuskan tetap sekolah. Jika kerbau jadi alasan, maka kerbau mau dijuali semua. Saya disadarkan betapa sangat penting arti pendidikan dan punya ilmu serta keterampilan.

2. Saat saya lulus SMA favorit, SMA 1 Singaraja Bali. Lulus dapat nilai baik. Tapi mau kuliah tidak boleh. Karena ekonomi orang tua ambrol, persiapan mau berangkat transmigrasi. Kedua orang tua menangis sambil melarang kuliah. Tapi saya tetap berangkat dari kampung kecil di Banyuwangi ke Surabaya.

Ikut tes di Universitas Airlangga. Orang tua tanpa memberi uang saku. Hanya Nenek saja. Hanya cukup buat makan beberapa hari. Setelah diterima di Universitas Airlangga, bingung uang makan dan SPP nya, itulah sebab air mata berlinang lagi. Kuliah sambil kerja menunggu kantor, jualan buku, ngepel dan lainnya.

3. Kembali berulang kali air mata bathin menetes. Saat dapat surat kaleng ke Panglima TNI oleh orang iri dengki, dengan tuduhan saya dianggap melakukan perdagangan ikan laut ilegal, BBM ilegal dan kayu ilegal. Untuk membangun RS Satya Insani dan beberapa klinik apotek di Pekanbaru Riau.

Begitu juga saat proses bangkrut Rp 38 miliar karena ” salah bermitra usaha “. Menjual aset besar tidak mudah, tapi penagih utang selalu memancing emosi, bahkan pernah berpakaian dinas militer diludahi tapi orang tua melarang saya marah. Suruh buktikan secepatnya lunas dengan cara kesatria dan terhormat.

4. Terakhir kali air mata bathin meleleh tanpa sadar 2 hari lalu. Saat saya memasukkan sapi bibit betina ke Kab. Kotawaringin Barat Kalteng. Karena minta rekomendasi penerimaan ditolak oleh Dinas terkait. Alasan regulasi. Sangat tidak masuk akal sehat.

Padahal inilah momentum investasi membangun SDM dengan mengurangi stunting Kalteng yang masih tinggi. Karena pendapat Presiden Jokowi 34% prevalensi stunting balita akibat kurang protein hewani. Karena daging harus murah, maka sapi harus murah, maka harus breeding sapi integrasi dengan sawit.

Terasa makin deras air mata bathin menetes. Karena inilah sesungguhnya ” Manifestasi Cinta Pekat ” kepada kawula muda Indonesia. Di kebun saya bangun kandang sapi, kolam ikan air tawar, unggas, alpukat, durian dan formulasi pupuk hayati Bio Extrim Hormax.

Selain itu ada blok riset saya pribadi dan blok dana sosial kemanusiaan, panennya untuk membantu sesama yang bermasalah ekonominya tapi sakit bibir sumbing, katarak dan beasiswa mahasiswa kampus top. Agar sekaligus jadi tempat anak muda belajar dan berlatih jadi Agrotech Sociopreneur. Konkret praktis inovatif ekonomi sirkular, nol limbah.

Ilmu hikmahnya, perjuangan memerdekakan diri bukan hal mudah. Butuh sentuhan orang tua dan pendidik kita serta lingkungan. Tapi paling utama adalah karena ” mental kemauan keras ” untuk selalu berusaha berubah dan berubah. Agar ketemu seimbang, lalu usaha bisa berjalan. Tumbuh berkembang, lalu kewalahan pekerjaan dan merekrut pengangguran.

Prinsip, merdeka dulu baru membangun. Memulai dulu maka akan ketemu ilmu dan hasilnya. Merdeka !

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *