Umumnya masyarakat mengatakan kepada pelaku usaha/pengusaha/pebisnis saat sudah sukses. Enak dia punya modal banyak, jaringan luas dan lainnya. Sehingga usaha apapun bisa dilakukan.
Berikut ini beberapa pengalaman saya dan para sahabat terkait beratnya mengawali usaha dari nol. Bisa diambil ilmu hikmahnya untuk jadi bekal antisipasi jika mau bisnis dari nol.
1). Sulitnya melahirkan ide bisnis (intuisi).
Ini kesannya mudah, padahal sangat sulit. Intinya mencari peluang usaha di tengah masyarakat yang sedang jadi masalah, lalu dicari solusinya, jadilah intuisi bisnis.
Contoh ;
Cangkang sawit berlimpah mengganti batu bara sangat berat meyakinkan perusahaan besar, dasar kajian empirik uji efektifitas ” cost and benefit analysis ” perbandingan, apalagi keluar idenya.
Sama halnya sulitnya melahirkan ide bisnis yang ” feasible ” konkret solutif. Limbah akar kayu teh, limbah karung bekas, sekam padi dan lainnya. Ini jika tanpa mau melatih diri, maka ide tiada muncul.
2). Sulitnya mencari sumber permodalan.
Prinsipnya, pengusaha pemula harus bisa jadi manajer keuangan tapi tanpa ada uangnya. Harus dapat laba, tapi sama sekali tanpa megang uang modal usaha untuk transaksi. Namanya saja mengawali usaha dari nol.
Contoh ;
Kisah saya di atas jualan cangkang sawit menyerang batu bara dapat P/O 100 ton/hari atau 4 tronton/hari atau 3.000 ton/bulan. Kalkulasi bisnisnya sangat logis, tapi apa artinya jika tanpa punya modal untuk beli barangnya.
Bahkan tidak langsung kontan dibayar, kadang molor 1,5 bulan invoice baru cair walaupun janjinya tertera dalam P/O akan cair 1 bulan. Ongkos kirimnya dan lainnya. Sama halnya usaha saya ikan mas, pinang, batu kapur dan lainnya.
3). Sulitnya manajemen jarak jauh.
Praktik lapangan mengelola uang tidak semudah menghafal teori di buku. Karena uang sangat rentan orang berbuat jahat, apalagi jika uang dikelola orang lain jarak jauh. Seperti pengalaman saya dulu.
Saya sibuk dinas militer di hutan sering latihan karena jadi Guru Pelatih Militer, tapi bisnis harus tetap jalan. Tentu solusinya membangun tim pemikir dan pelaksana lapangan. Ini tidak mudah.
4). Sulitnya membuat rencana, pelaksanaan dan kontrol usaha.
Apapun alasannya, sekalipun nol tanpa megang uang. Pengusaha pemula harus senantiasa mencari ide bisnis, membuat simulasi estimasi cashflow, dilaksanakan sampai dapat laba dan dikontrol agar sesuai harapan.
Membuat imajinasi antisipasi segala ancaman dari luar maupun dari dalam, koruptor dan pengkhianat tidaklah mudah. Apalagi jika jarak jauh. Kalau cuma berwacana teori saja, itu mudah.
Biasanya cukup jadi dalang baca buku satu malam, besok paginya ujian nilai bisa A. Kalau salah tanpa banyak rugi uang. Bandingkan praktik bisnis dengan tanpa punya uang, jika gagal pasti jadi kerugian waktu, kesempatan, uang dan lainnya. Nama baik taruhannya.
Ilmu hikmahnya, bahwa pengalaman saya di atas yang saya urai adalah konkret sulitnya mengawali bisnis dari nol. Beda jauh dibandingkan pengalaman saya saat jadi karyawan perusahaan Farmasi PMA/Inggris, sebelum saya masuk TNI.
Kalau saya dulu jadi karyawan hanya menjalankan program yang serba ada dan sistemnya ada baku. Beda sekali jika jadi pebisnis harus membuat program dari yang serba tidak ada. Tapi semua akan bisa dengan sendirinya, jika mau tetap konsisten belajar kontan dipraktikkan.
Salam Berntuisi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630