Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadno

Berikut ini kisah nyata penuh ilmu hikmah, bisa jadi bahan pemikiran kita. Dengan maju pesatnya teknologi inovasi digital dan kecerdasan buatan, karya manusia justru jadi bumerang.

1). Mesin Loader

Dulu saya muat sawit 200 ton/hari butuh anggaran Rp 5 juta, selesai dikerjakan oleh 40 orang, indeks gajian Rp 250.000/hari karena lembur juga. Sibuk sekali.

Setelah memakai mesin loader cukup dengan 1 orang operator Rp Rp 250.000/hari anggaran total hanya Rp 1,4 juta/hari. Hemat Rp 3,6 juta/hari atau Rp 1 miliar/tahun.

Demi efisiensi maka yang 39 orang dikorbankan, dialihkan fungsi pada peran lain. Misal mupuk, nyemprot dan lainnya. Mereka kalah produktif dibandingkan dengan mekanisasi.

2). Drone.

Dulu kalau mau kontrol batas kebun, lihat kondisi umum tanaman, sensus populasi tanaman butuh minimal 20 orang. Sekarang cukup dengan Drone dan 2 orang operator 3 jam beres. Presisi tinggi.

Drone menghemat puluhan juta/tahun. Otomatis 20 an orang dikorbankan atau diperankan pada posisi lainnya. Selisih pemborosan selama ini untuk Mesin Loader dan Drone, jadi tambah laba untuk ekspansi.

3). Pemberdayaan Diri.

Tetangga saya ada anak muda 23 tahun di Banyuwangi, masyarakat tahu persis masa lalunya dari keluarga sangat bersahaja. Mustahil kalau berharap dapat warisan sawah, misalnya.

Tapi sekarang sawahnya luas, rumahnya paling bagus dan kendaraannya banyak. Tentu merekrut banyak pengangguran. Pasti pajaknya banyak juga. Sekalipun hanya lulusan SLTA swasta. Jadi idola para anak muda di sekitarnya.

Maka dia membuat antisipasi membangun dirinya sendiri. Memberdayakan diri (Ngulir Pambudi Bahasa Jawa). Cari ilmu hal manajemen kendaraan rental pariwisata di Banyuwangi dan Bali. Berawal saat terancam Covid 19.

4). Pegawai Bank dan Perusahaan Leasing Kendaraan.

Akhir – akhir ini sering dapat tamu dari sahabat yang selama ini kerja di leasing kendaraan dan perbankan. Pada gelisah karena banyak temannya kena PHK akibat digitalisasi. Untuk efisiensi.

Sekitar Cileungsi dan Bekasi banyak korban PHK. Permintaan kendaraan turun drastis bahkan banyak yang macet. Akibat daya beli turun. Laba perusahaan leasing juga turun hingga 70% omzet maupun labanya.

Minta saran pendapat usaha apa yang punya masa depan ? Saya jawab, pangan. Karena impor pangan kita ratusan triliun/tahun. Konkretnya ambil KUR di BRI bunga 6/tahun, Rp 500 juta bisa pelihara sapi 25 ekor. Beres.

Sapi sangat marketable. Impor daging beku dan sapi hidup stara 2,5 juta ekor/tahun. Jika kesulitan cari sapi bakalan untuk penggemukan atau pembiakan saya bisa suplai berapa ribu ekor sekalipun. Murah, dari Australia.

Selain ternak sapi, mau main di ruas hilir misal VCO, ekstrak buah tropis dan lainnya. Pasarnya dalam negeri dan ekspor juga masih sangat besar. Bahkan banyak negara lagi kesulitan pangan. Karena gagal regenerasi petani, geopolitik dan iklim ekstrem. Patut waspada.

Sebagian negara, kembali belajar atau pesan beras ke Indonesia yang saat ini surplus beras. Ini fakta yang harus kita syukuri dan banggakan bersama. Ternyata benar kata Kitab Suci ” Man Jadda Wajada/Siapa yang bersungguh – sungguh maka dialah yang menuai hasilnya “.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *