Tue. Jan 13th, 2026

Wayan Supadno

Berikut ini contoh nyata yang bisa diambil ilmu hikmahnya bahan pembelajaran. Karena memahami data dan fakta lapangan, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5%. Tumbuh tapi normatif. Sebagai pemicunya ada Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hilirisasi.

1). Seorang pemuda cerdas membaca situasi. Ada 7 Dapur MBG di Kecamatannya anggaran belanja Rp 200 juta/harinya. Ini peluang emas. Karena kesulitan mendapatkan susu lalu investasi sapi perah. Praktis ada kepastian pasar produk susu segarnya. Ada lagi yang ekspansi ayam petelur karena serapan pasar di Dapur MBG naik tajam.

Dia sungguh patut diacungi 2 jempol cara pandangnya ke depan (Persepektif Ekonomi 2026). Di kecamatannya aja akan transaksi pangan Rp 80 miliar/tahun untuk kebutuhan 7 Dapur MBG (SPPG). Sayur dan buah juga ditanam dari pada harus belanja di daerah lainnya. Integrasi ternak dan kebun. Menekan harga pokok produksi (HPP) agar sehat dan laba kuat. Saluut.

2). Anak muda sarjana. Selalu membaca artikel saya. Kebetulan 2 bulan lalu saya menengok anak studi pascasarjana S2 Peternakan Sapi di Univ. Melbourne Australia. Saya buat artikel bahwa buah naga di sana Rp 130.000/kg padahal di Banyuwangi hanya Rp 10.000/kg dan ketela rambat Rp 43.000/kg padahal di kita Rp 2.500/kg. Spontan jadi eksportirnya. Cerdas dan adaptif.

Dia melakukan karena tahu data dan fakta lalu dianalisa besarnya potensi pasar. Dihitung dengan cermat dan teliti. Saya prediksi kalau terus mau konsisten mengirim 5 kontainer saja per bulan maka 3 tahun lagi labanya terkumpul belasan miliar. Ilmu dari kampusnya dipraktikkan. Dielu-elukan para pencari kerja dan petani sebagai suppliernya.

Perspektif ekonomi 2026 adalah cara pandang, analisis dan proyeksi kondisi ekonomi dunia maupun nasional pada tahun 2026, dengan mempertimbangkan tren global, kebijakan pemerintah, perubahan perilaku masyarakat dan tantangan maupun peluang ekonomi. Kerangka berpikir untuk membaca arah ekonomi.

Manfaat Memahami Perspektif Ekonomi 2026 ;

1). Pemerintah. Menyusun kebijakan fiskal dan moneter yang tepat. Menjaga stabilitas harga, lapangan kerja, dan pertumbuhan.

2). Pelaku Usaha. Menentukan strategi bisnis dan investasi. Mengantisipasi risiko misal inflasi, daya beli, kurs.

3). Masyarakat. Mengatur keuangan pribadi. Menentukan karier, usaha, dan pendidikan yang relevan.

Kesimpulan ;

Ekonomi 2026 cenderung stabil tapi penuh tantangan. Peluang besar ada pada digitalisasi, hilirisasi, dan SDM. Kunci suksesnya adaptasi, inovasi, dan efisiensi. Yang terpenting cipta kondisi iklim investasi agar partisipasi masyarakat sebagai investor lokomotif perekonomian pada bergairah massal.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *