Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadno

Ungkapan Bahasa Jawa di pedesaan ” Ora Ukil, Ora Ngemil/Tidak kreatif produktif maka tidak makan”. Sama dengan ungkapan “Belajarlah cari uang agar bisa mengeluarkan uang. Hidup adalah biaya maka harus bekerja untuk biaya hidup”.

Mengandung pesan realistis dan mendidik tentang tanggung jawab hidup.

1). Belajar cari uang
Artinya seseorang harus memiliki ilmu, keterampilan, dan etos kerja agar mampu menghasilkan penghasilan secara halal dan mandiri.

2). Agar bisa mengeluarkan uang. Uang yang dikeluarkan (makan, pendidikan, kesehatan, sedekah, membantu orang lain) harus berasal dari penghasilan yang jelas, bukan bergantung terus-menerus pada orang lain.

3). Hidup adalah biaya. Setiap aspek kehidupan membutuhkan biaya: makan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sosial. Ini sangat realistis dalam kehidupan nyata.

4). Maka harus kerja untuk biaya hidup. Kerja adalah bentuk tanggung jawab, bukan sekadar mencari uang, tetapi upaya menjaga kelangsungan hidup dan martabat diri.

Intinya hidup menuntut tanggung jawab ekonomi, dan bekerja adalah cara utama memenuhinya.

Manfaat memahami dan menerapkan prinsip ini ;

1). Membentuk kemandirian. Tidak mudah bergantung pada orang lain. Misal harta warisan, bansos dan lainnya.

2). Menumbuhkan etos kerja dan disiplin. Hidup lebih teratur dan terencana. Sehingga cashflow sehat terbentuk.

3). Menghargai uang dan usaha. Lebih bijak dalam membelanjakan uang karena tahu proses mendapatkannya. Bisa menyeleksi bedanya antara kebutuhan dan keinginan.

4). Mengurangi masalah keuangan. Terbiasa bekerja dan mengatur penghasilan membantu menghadapi kebutuhan mendesak.

5). Menjaga harga diri dan martabat. Mampu memenuhi kebutuhan hidup dari usaha sendiri. Bukan dari “rengekan” meminta-minta.

6). Bisa memberi, bukan hanya menerima. Dengan penghasilan, seseorang bisa rekonfirmasi makna sedekah, membantu keluarga dan berkontribusi pada masyarakat.

Contoh nyata dalam kehidupan ;

1). Pelajar/mahasiswa. Belajar sungguh-sungguh agar punya keahlian, dapat pekerjaan, mampu membiayai hidup sendiri.

2). Petani, nelayan, pekerja, pedagang. Bekerja setiap hari, hasil kerja untuk makan, sekolah anak, dan kebutuhan keluarga.

3). Orang yang menabung dari hasil kerja. Saat sakit atau darurat, tidak bergantung penuh pada orang lain.

4). Orang yang punya penghasilan tetap. Bisa membantu orang tua, membayar pajak, dan berkontribusi sosial.

Kesimpulan ;

Hidup bukan sekadar berjalan, tetapi harus diperjuangkan.
Dengan belajar mencari uang dan bekerja, seseorang:

Bertanggung jawab atas hidupnya, bukan cuma pandainya meminta-minta dan membelanjakan.

Menghargai proses usaha hingga di ujung dari proses yaitu sukses walaupun makna sukses sangat jamak.

Mampu hidup layak dan bermartabat. Sumber martabat dan terhormatnya seseorang ada pada daya manfaat hidupnya bagi orang lain.

Agar semua terwujud harus membangun dan mengembangkan diri sendiri, orang Jawa bilang “ngulir pambudi”, bukan cuma bisa minta dan menghabiskan dari pihak lain.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *