Wayan Supadno
Dalam bahasa sederhana “Bukan siapa yang paling kuat yang menang, tapi siapa yang bisa menahan diri saat ingin meledak.” Itulah esensi kuasai diri. Mampu mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatan. Agar bijaksana.
Mari kita ambil ilmu hikmahnya pada kisah nyata di bawah ini, penting untuk anak muda pengusaha pemula agar tahu betapa sangat pentingnya bisa menguasai diri sebelum menguasai bisnisnya maupun lainnya.
Jual Beli Aset Lelang.
Sebuah aset jadi jaminan di bank nilai tanah dan bangunan ditafsir minimal Rp 14 miliar. Utang macet dibank sejak 2020. Nilai utangnya Rp 10 miliar. Padahal mau dilelang Rp 10 miliar, sebulan lagi.
Ada pembeli yang sanggup membayar Rp 11 miliar. Artinya ada sisa Rp 1 miliar untuk pemilik aset. Tapi “gatot/gagal total” karena kalimat tidak beretika. Tidak bisa menguasai diri. Emosi tinggi. Tidak ikhlas.
Ujungnya dilelang justru hanya laku Rp 10 miliar. Utang bank lunas, tapi yang bersangkutan gigit jari tidak dapat apapun juga. Reputasinya rusak. Kena blacklist bank.
Padahal jika bisa menguasai diri tanpa emosi harusnya laku sebulan lalu Rp 11 miliar ada sisa Rp 1 miliar untuknya, lumayan saat usahanya ambruk akibat Covid 19.
Manfaatnya kuasai diri ;
1). Pengambilan keputusan tepat.
Saat emosi terkendali, keputusan diambil dengan data dan logika, bukan amarah atau ego.
2). Menumbuhkan kepercayaan.
Rekan bisnis dan karyawan lebih percaya pada pemimpin yang tenang dan stabil emosinya.
3). Menjaga reputasi diri.
Sekali marah di depan publik, reputasi bisa rusak. Menguasai diri menjaga nama baik.
4). Meningkatkan daya tahan mental.
Dunia bisnis penuh tekanan. Orang yang mampu mengendalikan diri tidak mudah stres, depresi, atau menyerah.
5). Membangun keputusan.
Orang yang bisa menunda kesenangan sesaat (self-control) lebih sukses dalam investasi dan strategi bisnis.
Contoh lainnya ;
1). Saat pelanggan marasa kecewa.
Seorang pelanggan mengkritik keras.
Pebisnis yang menguasai diri akan menjawab dengan sopan dan solusi, bukan emosi. Pelanggan malah menghargai dan jadi loyal.
2). Saat menghadapi kegagalan.
Produk gagal di pasaran.
Orang yang tidak menguasai diri akan menyalahkan tim atau menyerah.
Orang yang menguasai diri akan evaluasi dengan tenang, belajar, dan mencoba lagi dengan strategi baru.
Kesimpulan :
Kuasai diri sebelum kuasai bisnis.
Karena tanpa kendali diri, bisnis sebesar apa pun bisa runtuh oleh satu keputusan emosional.
Pebisnis sejati bukan yang selalu menang, tetapi yang tetap tenang ketika kalah, dan tetap rendah hati ketika menang.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630