Wayan Supadno
Pertumbuhan pola pikir berarti perubahan cara seseorang melihat, menilai, dan merespons dunia. Seiring dengan bertambahnya umur, ilmu dan pengalaman manusia, agar mudah dapat ilmu hikmahnya berikut contohnya.
1). Pemain karate.
Biasanya kalau masih sabuk kuning banyak tingkahnya. Karena caper, cari perhatian agar publik tahu bahwa dirinya pemain karate. Hanya ada lalat lewatpun sudah keluar jurus karatenya. Beda halnya jika sudah sabuk hitam. Lebih tenang dan elegan.
2). Kenaikan pangkat.
Baru naik pangkat, sengaja berfoto sedang berpakaian yang agar nampak pangkatnya telah berubah. Seolah memproklamirkan dirinya di mata publik. Beda dengan yang sudah lama naik pangkat, cenderung lebih bijaksana.
3). Tambah gelar.
Yang baru saja tambah gelar akademiknya berjejer menghiasi nama depan dan belakangnya. Kalau masih baru kerap kali pernyataannya “belum dewasa”. Lambat laun akan lebih rendah hati setelah diuji di lapangan saat praktik ilmunya di tengah masyarakat.
4). Pelaku usaha.
Tidak jarang kita lihat pelaku usaha pemula, biasanya pada fase 3 tahun pertama jika nampak perubahan suksesnya. Langsung “flexing/pamer” bahkan tampil tebar pesona selalu. Agar pada tahu. Tapi setelah pernah gagal dan bangkrut. Umumnya lebih rendah hati tahu diri.
Sederhananya, pola pikir itu seperti “kacamata” batin kita.
Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan, semakin bening dan luas kacamata itu, cara kita memandang hidup pun ikut berkembang.
Seiring bertambahnya umur, ilmu, dan pengalaman faktor tumbuhnya pola pikir karena :
1). Umur menambah kedewasaan emosional, kita lebih sabar, tidak mudah bereaksi secara impulsif.
2). Ilmu menambah logika dan wawasan, kita bisa menilai sesuatu dengan lebih objektif dan luas.
3). Pengalaman menambah kebijaksanaan praktis, kita belajar dari kesalahan dan kenyataan hidup.
Gabungan ketiganya membuat seseorang tidak berpikir sempit atau hitam-putih lagi, tapi lebih bijak, fleksibel, dan realistis.
Contoh nyata lain pertumbuhan pola pikir ;
Saat muda, berpikir instan. Saat dewasa berpikir proses.
Dulu “Kalau mau sukses, harus cepat kaya!”
Setelah berpengalaman tambah ilmu hikmah atas kisahnya sendiri, ternyata “Kesuksesan butuh proses, konsistensi, dan kerja keras. Tidak semua orang berangkat dari titik yang sama.”
Pola pikir berubah dari hasil ke proses.
Kesimpulan :
“Pertumbuhan pola pikir” adalah proses alami, bukti bahwa seseorang bertumbuh sebagai manusia.
Semakin banyak hidup memberi pelajaran, semakin terbentuklah cara berpikir yang lebih matang, tenang, dan bijak. Terbentur-bentur dulu lalu terbentuk.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630