Wed. Jan 14th, 2026

EMOSI BISNIS

ByWayan Supadno

Nov 9, 2025

Emosi bisnis adalah perasaan yang muncul dan memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, serta bertindak dalam dunia usaha. Baik emosi pemilik, karyawan, maupun pelanggan.

Agar anak muda mudah dapat ilmu hikmah yang bermanfaat, berikut contoh konkretnya ;

1). Emosi Positif.

Seorang anak muda “berani” mengawali bisnis. Selalu melakukan riset pasar, kajian estimasi arus kas dan membuat simulasi bisnisnya. Sekalipun tidak semua dijalankan, setidaknya dapat pembelajaran karena tujuannya mengasah keterampilannya.

Setelah dibuat tabulasi pembanding antar peluang bisnisnya. Tanpa banyak “wacana rencana”, kontan dijalankan walaupun skala kecil dulu. Agar dapat proses pembelajaran riilnya di lapangan. Setelah menemukan idealnya baru dibesarkan usahanya.

Emosi bisnis untuk bernyali memulai dan ekspansi terus dijaga dengan konsisten dan terukur. Karuan tanpa pakai waktu lama usahanya tumbuh pesat membuka cabang di beberapa lokasi. Sekalipun usahanya cucian mobil integrasi dengan potong rambut dan angkringan.

2). Emosi Negatif

Ada 3 orang tim pencari investor dan lahan untuk investasi. Emosi negatifnya tidak terkendali hingga investor tidak nyaman. Karena perilakunya yang kurang sabar, cenderung emosi tanpa sabar agar cepat dapat rejeki. Justru kontra produktif.

Kasus lain lagi, investor sudah menyiapkan dana di atas Rp 5 miliar, anggaran untuk mediator 2% atau setara Rp 100 juta. Tapi tidak mau, ngotot minta 5% atau Rp 250 juta. Alhasil gagal transaksi. Gigit jari. Orang lain yang dapat kesempatannya.

Ibaratnya, dikasih cabang tidak mau, maunya harus dapat batang, alhasil rantingpun tiada didapatkannya. Lalu jadi penonton, tim lain yang dapat Rp 100 juta sebagai sukses fee nya. Akibat dari emosi negatif, kurang syukur sabar dan ikhlas.

Peluang, jika dikelola dengan baik, emosi bisa menjadi kekuatan. Misalnya semangat, empati, dan rasa bangga mendorong kreativitas, loyalitas pelanggan, serta membangun citra positif perusahaan. Ini jadi rohnya usaha. Tumbuh dinamis bermanfaat nyata bagi umat banyak.

Ancaman, jika tidak terkendali, emosi seperti marah, takut, serakah, atau panik dapat menyebabkan keputusan yang salah, konflik internal, dan penurunan kinerja. Merek perorangan negatif terbentuk, banyak mitra usaha kabur semua.

Contoh lain lagi ;

Pemilik usaha yang bersemangat dan sabar bisa mengembangkan bisnisnya secara stabil dan terukur bertahap. Sedangkan yang mudah marah atau panik saat rugi bisa membuat keputusan tergesa-gesa dan merugi lebih besar. Lalu kapok. Jadilah gagal permanen.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *