Wayan Supadno
Istilah “Uji Bisnis” proses menguji kelayakan dan potensi suatu ide bisnis sebelum dijalankan secara penuh. Agar mudah dapat ilmu hikmahnya, berikut kisahnya ;
1). Petani.
Sekalipun sarjana pertanian dan banyak permintaan cabe, pisang cavendish dan tomat. Tetap menanam skala kecil dengan berbagai perlakuan (demplot/demontrasi plot). Dicari sebab gagalnya, dicari plot terbaiknya dan dikembangkan yang terbaik sehingga suksesnya mudah didapat dan terukur.
2). Peternak.
Sekalipun tahu bahwa secara teori bahan pakan tertentu uji proksimatnya bagus. Tetap tidak gegabah ternak sapi skala besar. Tapi dilakukan skala kecil terukur agar tahu mana perlakuan yang harga pokok produksi (HPP) nya terendah lalu itu yang dikembangkan besar-besaran.
3). Industriawan.
Melihat hasil pertanian berlimpah lalu harga murah. Secara teori sangat feasible jadi bahan baku industri. Tapi tetap melangkah dengan kehati-hatian. Agar resiko terminimalkan. Mendingan tertunda setahun dari pada gagal total ditonton masyarakat luas. Lalu bisa jadi sebab kapok jadi pebisnis, permanen sifatnya.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ide tersebut realistis, menguntungkan, dan sesuai dengan kemampuan pelaku usahanya, baik secara modal, waktu, maupun sumber daya.
Secara sederhana, uji bisnis adalah menguji sebelum terjun penuh.
Mirip seperti “uji coba” pada produk baru, tapi dalam konteks usaha.
Biasanya mencakup:
Uji pasar, apakah ada pembeli dan seberapa besar minatnya.
Uji operasional, apakah proses produksi/layanan berjalan lancar.
Uji finansial, apakah biaya dan harga jual seimbang.
Uji mental dan etika, apakah pelaku bisnis siap bertanggung jawab, jujur dan tidak serakah.
Manfaat Uji Bisnis ;
1). Melatih keberanian dan mental wirausaha, belajar mengambil risiko dengan terkendali.
2). Menumbuhkan nilai realistis dan bijak, agar semangat berusaha tidak berubah jadi ambisi berlebihan.
3). Mencegah kerugian besar, karena sudah tahu potensi gagalnya sejak tahap awal.
4). Membentuk karakter tangguh dan adaptif, terbiasa mengevaluasi dan memperbaiki diri.
5). Menemukan nilai tambah (value), bukan sekadar mengejar untung, tapi juga manfaat sosial atau lingkungan.
“Uji Bisnis mengajarkan untuk bernyali tanpa bernafsu, berani mencoba tapi tetap sadar batas.”
Dengan kata lain:
Bernyali, berani mencoba, pantang menyerah.
Tidak berlebihan, tetap mempertimbangkan etika, keseimbangan hidup, dan keberlanjutan.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630