Wed. Jan 14th, 2026

DIHINA ITU BIASA

ByWayan Supadno

Oct 20, 2025

Wayan Supadno

Saat memulai usaha, pasti banyak orang meragukan kemampuan kita. Itu bagian dari perjalanan menuju sukses. Pengusaha wajib tangguh tidak menyerah hanya karena hinaan atau cibiran.

Empiris saya pribadi ini, bisa diambil ilmu hikmahnya oleh anak muda yang mau atau sedang merintis bisnisnya. Karena tiap pebisnis selalu punya cara tersendiri untuk mengatasi hinaan orang lain.

Ketika saya usaha jual beli karung bekas pupuk maupun beras jatah dari PTPN ke penggilingan padi. Sering diejek karena pangkat saya Letnan Dua (Perwira) di TNI AD. Kok tidak malu. Saya diamkan saja, makin semangat.

Saat saya fokus bertani padi, cabai dan singkong di Jonggol Bogor. Juga terlalu sering diejeki “hari gini jadi petani, capek-capek masuk TNI agar tidak bertani, aneh !”. Itu salah satunya. Saya diamkan, mau saya buktikan secepatnya.

Saat punya rumah sakit dan beberapa klinik apotek. Juga diliputi orang iri hatinya. Hingga kirim surat kaleng ke Panglima TNI, tuduhan uang Spanyol (separo nyolong). Saya syukuri, kesempatan emas kenal dekat pejabat utama TNI.

Manfaatnya dari itu semua :

1). Melatih mental kuat dan tahan banting. Hinaan membuat seseorang belajar untuk tidak mudah putus asa.

2). Menjadi motivasi untuk membuktikan diri. Kritik bisa menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras.

3). Mendorong introspeksi dan perbaikan. Dari hinaan, pengusaha bisa mengambil sisi positif untuk memperbaiki kelemahan usaha.

4). Membangun keteguhan dan konsistensi. Pengusaha sukses biasanya yang tetap fokus meski diremehkan.

Contoh nyata lainnya skala besar dan legendaris :

Elon Musk pernah dihina ketika mengembangkan mobil listrik Tesla dan roket SpaceX, banyak yang menganggap idenya gila. Kini keduanya menjadi perusahaan besar dunia.

Pendiri Gojek, Nadiem Makarim, sempat diremehkan karena ide ojek online dianggap tidak akan laku. Kini Gojek menjadi perusahaan teknologi besar di Asia Tenggara.

Pedagang kecil yang mulai dari jualan di pinggir jalan sering dicibir, tapi dengan ketekunan, banyak yang kemudian membuka cabang dan sukses besar.

Kesimpulan,
“dihina itu biasa” mengajarkan bahwa pengusaha sejati tidak takut diremehkan, justru menjadikan hinaan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan. Jika kita menyerah, berarti akan gagal permanen tidak jadi pengusaha.

Salam Mandiri 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *