Wed. Jan 14th, 2026

Mentor saya dulu saat baru mulai bisnis, sering kali mengingatkan agar sesering mungkin membaca kisah inspirasi orang lain. Karena di sanalah ada referensi pola pikir non teoritis. Sekalipun mentor saya alumni kampus top di London Inggris.

Ini sangat penting untuk anak muda Indonesia. Karena pada rangkaian kisah nyata selalu ada sari ilmu hikmah yang sangat bermanfaat. Nuansa improvisasi cara mencari solusi saat menghadapi masalah bisnisnya.

Itu bisa diamati, ditiru dengan modifikasi (ATM) atau diamati, ditiru dan plek persis (ATP). Jika dirasa pas. Hal-hal demikian tidak selalu ada di dalam buku perkuliahan, itu ujar mentor saya dulu. Tapi sangat penting.

Konkretnya ;

Bagaimana caranya mewujudkan cita-cita jadi pebisnis. Tapi tiada punya modal, tiada punya ilmu pengalaman bisnis, tiada punya waktu karena sibuk dinas militer, tiada punya koneksi, tiada punya barang dagangan dan lainnya.

Serba belum punya lazimnya sebagai seorang pebisnis. Yang dipunya cuma cita-cita dan target agar jadi pebisnis. Apapun mau dikerjakan asal bermanfaat dan halal. Ini bukan perkara mudah. Saya dulu kondisinya seperti ini, apapun belum punya.

Hanya niat baik dan tekat bulat serta kemauan keras yang saya punya. Lalu baca buku “Kisah 50 Orang Sukses”. Ternyata dapat inspirasi. Dapat ilmu cara mulainya. Tidak cukup saya hafal saja, tapi berulang kali saya baca dan praktikkan spontan.

Pada 30 tahun silam, meyakinkan para pemilik dagangan misal ikan mas, karung bekas, pinang, sekam, cangkang sawit, akar kayu teh limbah peremajaan dan beras. Saya yakinkan agar boleh saya jualkan. Agar tanpa modal tapi dapat laba, lalu laba terkumpul jadi modal usaha sendiri.

Pada 17 tahun silam pasca bangkrut punya rumah sakit dan properti, karena kembali nol. Kembali meyakinkan pemilik lahan terlantar di Jonggol Bogor agar boleh saya sewa 5 tahun. Bayar panen, tanam padi luas 21 hektar. Saya cetak ulang jadi sawah. Meyakinkannya tidak mudah, tapi buktinya bisa.

Begitu juga cara membagi waktu antara dinas militer yang sangat disiplin dengan usaha. Kadang harus berbuat ekstra, misal hari libur ke sawah bersama keluarga demi masa depan yang ekstra juga, bukan rekreasi atau nyantai seperti lazimnya orang lain yang juga jadi tentara.

Saat merasa badan cuma satu, tangan dan kaki cuma sepasang tapi pekerjaan antri berjubel. Dengan sangat terpaksa lalu merekrut orang lain jadi karyawan. Padahal sumber dana untuk gajian juga belum terfiksasi. Nyatanya jalan dan makin banyak hingga ratusan orang.

Lambat laun bisnis berkembang. Tapi ilmu dan skill saya belum mumpuni karena usaha rumah sakit, properti, peternakan dan pertanian. Terpaksa lagi merekrut banyak dokter, apoteker, sarjana ekonomi, akuntan, sarjana pertanian, dokter hewan, sarjana peternakan dan lainnya.

Itu semua berprosesnya karena dapat limu caranya dari buku tersebut dan menyimak pebisnis senior. Makin bernyali karena suka membaca kalimat bijak motivasi falsafah jawa, sekaligus sebagai kontrol diri. Agar bisa jadi gembala badan sendiri dan bermanfaat bagi umat banyak.

Salam Inovasi 🇲🇨

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *