Wayan Supadno
Pada semester pertama tahun 2025 ini, begitu dinamisnya kebijakan politik untuk menata ulang ekonomi Indonesia. Ini sangat penting, strategis dan bersifat fundamental. Mari kita bedah sebagian saja, agar ada ilmu hikmahnya. Bahan pembelajaran kita.
1). Menkeu Purbaya.
Menteri yang dianggap fenomenal karena ala praktisi pola pikir, tutur kata dan eksekusi tindakannya. Tampil beda mempesona sehingga pasar merespon positif saham meroket. Pro kontra itu biasa, apalagi dari ilmuwan.
Mengambil dana APBN parkir di Bank Indonesia, didepositokan ke bank umum Rp 200 triliun bunga hanya 4%/tahun. Ini tujuannya agar jadi stimulus pertumbuhan ekonomi riil di lapangan. Agar bank ekspansif memasarkan kreditnya.
Kalkulasinya, jika goal Rp 200 triliun terpasarkan ke pelaku usaha. Tumbuh 25%/tahun Rp 50 triliun/tahun. Maka laba bank 4%, operasional bank 3%, APBN 4% setara 11%. Pelaku usaha 14%/tahun. Dunia usaha bangkit. Ekonomi tumbuh, daya beli naik.
Efisiensi APBN/D, Menkeu Purbaya didemo para gubernur, tapi semua disekak kontan. Buat apa diberi dana kalau hanya diparkir di bank, tingkatkan PAD nya, buat apa merekrut honorer tim sukses kalau tidak punya dana untuk gajian dan seterusnya.
2). Danantara.
Lembaga pengelola BUMN, dibentuk karena Presiden Prabowo sangat kecewa. Laba sangat minim dari aset Rp 16.000 an triliun. Diincar, sejak dalam buku tulisan Pak Prabowo. BUMN tempat bancakan orang-orang serakah di atas sana.
PT Agrimas Palma Nusantara (APN) telah setor laba Rp 591 miliar pada semester pertama 2025. Dari hasil sita sawit ilegal. Sekarang tambah terus luasnya jadi 3,4 juta hektar. Akan jadi sumber pendapatan negara. Akan dapat puluhan triliun/tahun ke depannya.
Selama ini cuma dinikmati kelompok kecil yang “sudah super kaya”. Dulu tidak adil dan tidak tahu diri. Begitu juga tambang, BBM dan kelautan banyak “hantunya” juga sedang ditertibkan, termasuk penyelundupan ekspornya.
Ini perubahan besar pondasi tatanan ekonomi ke depannya. Saya optimis jika sudah ‘running well” akan dapat ribuan triliun/tahunnya dari Danantara saja. Wajar Menkeu Pubaya bilang bayar utang aja kok bingung, tapi korupsi ribuan triliun sudah kita jalani selama ini.
3). Hilirisasi.
Segera realisasikan karena semua tahu dampaknya berkali lipatnya laba dan nilai manfaatnya dibandingkan ekspor bahan mentah saja, seperti selama ini. Tiada negara maju tanpa hilirisasi, membentuk kompleksitas ekonomi karena inovasi membumi.
PT Agrimas Palma Nusantara (APN), sudah berkali-kali studi banding ke Kandang Sapi PT BJA/BJA Farm Pangkalan Bun Kalteng, milik saya. Pusat Hilirisasi Inovasi Ekonomi Sirkular Nol Limbah. Integrasi Sawit Sapi. Selain ke Kampus IPB dan lainnya.
Kontan diperbanyak populasi sapi di sawit milik PT APN, dipimpin Kol (Purn) Drh Wahyu Saptono Adi. Sahabat saya saat kuliah di Unair Surabaya dan pengabdian di TNI. Akan jadi harapan baru pilar swasembada sapi mendatang, jadi sentra penghasil pedet anak sapi karena breeding is leading.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630