Wed. Jan 14th, 2026

Situasi dan kondisi tertentu kadang antara peluang dan ancaman beda tipis. Ini kadang jadi sebab peluangpun bisa jadi ancaman lalu gagal rugi dan bangkrut. Begitu juga sebaliknya. Berikut kisahnya, ada manfaat ilmu hikmahnya jadi pembelajaran.

1). Peternak

Seorang jagal di rumah potong hewan (RPH) di salah satu kota. Butuh 30 ekor/minggu untuk kebutuhan masyarakat. Butuh supplier tapi dibayar seminggu berikutnya. Nampaknya peluang emas karena setara Rp 1 miliar/minggu.

Ternyata jadi ancaman serius cashflow, tidak mau membayar jika sapi tidak dikirim lagi. Artinya membayar sapi, tukar dengan sapi yang mau diutang lagi. Macet. Perusahaan terancam. Ini butuh leadership berpengalaman.

Sebaliknya, ada yang mau memasok harga timbang hidup. Kesannya lebih murah. Ini peluang emas laba besar. Bayar kontan. Ternyata sapi sebelum dikirim perutnya dipenuhi air, diglonggong air dengan selang. Peluang jadi ancaman.

2). Petani

Panen berlimpah, dipasarkan ke pasar induk. Awalnya dibayar kontan. Ini peluang emas. Lambat laun utang parsial, lalu utang total, akhirnya tanpa dibayar. Peluang berubah jadi ancaman. Ke petani belum lunas, piutang belum dibayar juga.

Panen buah tropis, diborongkan harga pembeli semaunya sendiri. Murah. Ini ancaman. Petani tidak kalah akal, dipanen sendiri, digrading. Ternyata omzetnya 1,5 kali harga borongan. Ancaman diubah jadi peluang.

Menanam cabai, biasanya musim hujan gagal panen karena antraknosa (patek) dan virus gemini. Ancaman serius, juga peluang emas biasa harga mahal. Praktik inovasi Hormax, Bio Extrim dan Bomax. Panen raya. Ancaman fatal, jadi peluang emas.

3). Pengusaha.

Korban PHK massal. Melamar kerja kemana-mana tidak diterima. Bukan karena tidak bermutu manusianya, tapi memang kurang banyak investasi dan ekspansi dari pengusaha investor. Nekat menanam sayur mayur di kawasan industri. Bangkit. Terancam dapat peluang.

Ada lagi korban PHK juga, jadi sopir online. Dipelajari setelah 3 bulan berjalan. Lalu kredit mobil. Aman cashflow lalu armadanya diperbanyak. Dulunya dapat gaji, berubah memberi gaji. Berawal dari Covid, sekarang banyak kendaraan dan karyawannya.

Karena mentalnya terancam sering dapat ejekan dari teman-temannya, karena bandel malas belajar, lalu lambat lulus kuliahnya. Melamar kerja juga tidak diterima. Nekat jadi pengusaha. Sukses karyawan dan pajaknya banyak. Mengubah ancaman jadi peluang.

Ilmu hikmahnya, ternyata antara peluang dan ancaman bedanya sangat tipis. Tergantung skill menganalisanya. Skill terlahir karena sering praktik, lalu jadi refleks, peka cepat cerdas cara memilah antara peluang dan ancaman. Lalu diberdayakan jadi peluang.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *