Sungguh saya sangat bersyukur dengar berita Letjen (Purn) Djamari Chaniago dilantik jadi Menkopolhukam. Sosok yang “sangat tepat” saya tahu persis. Saya yakin Indonesia akan berubah banyak karenanya.
Secara pribadi singkat kata, saya merasa dan tahu diri, beliaulah “pembentuk mental” saya yang paling dominan sepanjang sejarah hidupku. Habis dilantik di Magelang lalu ditugaskan di Rindam l/BB Pematang Siantar Sumut.
Pangkat saya Letnan Dua (Letda) sebagai Guru Pelatih Militer dan Komandan Kesehatan Lapangan/Militer Dodiklatpur Rindam l/BB. Beliau Komandan saya berpangkat Kolonel. Pribadi hebat luar biasa, sangat bermanfaat.
Pembawa Perubahan Besar.
Kol Djamari Chaniago sebagai Komandan Rindam. Masyarakat merasa betul perubahan sangat nyata. Total. Kesatuan jadi sangat bersih, tertib dan disiplin tinggi. Prestasi terbesar sepanjang sejarah, ujar masyarakat sekitar.
Asrama bersih. Dapur dicek semua, tiap ke rumah bawahannya selalu ke kamar mandi dan dapur. Sering ngobrol di dapur sambil makan bersama keluarga prajurit pangkat terendah sekalipun. Lalu berita itu beredar, otomatis semua bersih.
Jaman itu banyak kendaraan tanpa surat (BPKB). Diberi waktu agar dibereskan suratnya 3 bulan. Yang gagal, dikumpulkan dan dibakar. Digantung di pohon mahoni besar agar jadi pelajaran yang lainnya. Rindam I/BB, steril dari kendaraan curian.
Asrama dan rumah dinas militer dilombakan. Yang terbaik dapat hadiah. Yang terjelek juga dapat hadiah “Bendera Hitam” sekaligus sapu lidi, alat pel dan lainnya. Sekejap kawasan Rindam I/BB bersih, tertib, rapi dan disiplin total.
Tempat Suci, Gereja dirombak total besar bersih. Sekalipun beliau pejabat beragama Islam yang sangat disiplin hal agamanya. Terasa sekali “steril dari korupsi” karena saya sangat dekat. Saya ditugaskan jadi “Guru 5 Agama” banyak yang heran.
Hal yang kami terkesan. Istri sedang hamil. Karena menempati 1 rumah 2 keluarga. Saat saya memohon rumah dinas. “Nabi Isa saja lahir di palungan. Jangan takut menghadapi hidup. Hidup kita bernilai atau tidaknya tergantung kita”, itu ujarnya.
Toh begitu rumah jadi, kami dapat fasilitas tersebut. Begitu juga cara membentuk mental ke semuanya sama persis. Misal ke saya, karena saya Corp Kesehatan Militer diminta jadi Komandan Upacara Militer, harus bisa tampil terbaik membawa pedang juga.
Ilmu hikmahnya, karena Pak Djamari Chaniago kesatuan berubah total. Rindam jadi kebanggaan masyarakat sekitar, karena kehormatannya dijunjung tinggi. Segenap keluarga yang bermasalah ditunjukkan jalan yang benar.
Aroma dan nuansa “cinta pekat” kepada Indonesia selalu dibangkitkan. Semua dilibatkan. Tiada kecuali. Dibangun rasa memiliki dan tanggung jawab atas apa yang dimiliki. Sehingga keyakinan saya yang tinggi. Indonesia akan terwarnai makin indah karena Letjen (Purn) Djamari Chaniago.
Saya “teramat yakin” hal itu, apalagi hal Polhukam. Setelah purna saya pernah menghadap di kediaman di Kota Wisata Cibubur juga, karena perannya saya merasa bisa seperti ini karena, saya ucapkan terima kasih.
Selamat bertugas Bapak Menkopolhukam, kami menunggu perubahan besarnya lagi. Hanya dengan doa tiada henti yang bisa kami panjatkan kepada Nya. Kami teramat merindukan Indonesia “bermental cinta pekat Indonesia juga steril dari korupsi”, seperti ajaran Bapak dulu.
Salam Integritas 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630