Berikut ini ilustrasi simulasi sistem perekonomian yang akan terjadi sehingga daya beli masyarakat tumbuh. Berkat ada dana Rp 200 triliun yang oleh Menkeu Purbaya didepositokan di bank komersil. Mudah diambil ilmu hikmahnya.
1). Seorang Pemilik Dapur Makan Bergizi Gratis Kredit Investasi.
Karena melayani 16.000 porsi maka membutuhkan 4 dapur memasak, infrastruktur, sarana prasarana dan lainnya dengan anggaran indeks Rp 5 miliar/lokasi all in. Lalu utang bank Rp 4 miliar/ lokasi. Karena 4 lokasi butuh Rp 16 miliar.
Sejak mulai membangun butuh material bangunan belanja menghidupkan toko dan pabrik bahan bangunan. Tukang di pedesaan terlibat jumlah banyak dapat upah, itulah untuk konsumsi keluarganya. Ekonomi nasional tumbuh karena investasi.
2). Pelaksana Makan Bergizi Gratis Kredit Modal Kerja.
Karena melayani 16.000 porsi sehingga membutuhkan modal besar. Lalu mengajukan kredit modal kerja (KMK) . Disetujui Rp 15 miliar. Untuk belanja bahan pangan ke petani, nelayan dan toko pangan.
Juga untuk upah tukang masak rutin. Otomatis untuk konsumsi rumah tangga. Petani, nelayan, peternak, tukang masak dan lainnya daya beli naik. Lalu untuk belanja modal kerja lagi oleh petani beli pupuk, pestisida dan lainnya. Juga menghidupinya.
Bisa dibayangkan jika skala nasional ada ribuan. Begitu juga Koperasi Merah Putih yang ditargetkan jadi penggerak ekonomi pedesaan akan kredit di bank untuk mendirikan usaha di pedesaan.
Misal menampung hasil pertanian atau menyediakan sarana pertanian. Begitu juga desa dekat pabrik Koperasi Merah Putih kredit bank untuk jadi suplier.Jika juga kredit bank. Maka Rp 200 triliun sekejap habis.
Akar pertumbuhan ekonomi nasional, sering kali disebuat 4 komponen pertumbuhan ekonomi meliputi konsumsi rumah tangga, investasi, belanja negara dan net ekspor. Ini dari literasi buku manapun juga sama.
Menteri Keuangan Purbaya, sedang memupuk akar pertumbuhan ekonomi kita. Karena ada masalah fundamental, pertumbuhan ekonomi jalan di tempat baik 5,12% tapi daya beli masyarakat jatuh. Fenomena non teoritis.
Ini strategi sangat jitu. Itulah alasan kenapa rupiah menguat dan kepercayaan pasar tinggi lalu IHSG naik. Artinya pejabat publik kunci di bidang perekonomian, yaitu Menkeu Purbaya dipercaya tahu masalah dan tahu pula solusinya.
Data kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia kontribusinya berasal dari konsumsi rumah tangga 50 sd 60%, investasi 20 sd 30%, belanja negara 7 sd 10% dan ekspor dikurangi impor kurang optimal.
Dana pemerintah sisa belanja yang parkir di Bank Indonesia Rp 425 triliun diambil Rp 200 triliun untuk dipindahkan ke perbankan pelaksana komersil. Agar tersalurkan jadi kredit produktif di masyarakat.
Terjadi proses sistem ekonomi, kredit untuk investasi menyerap pengangguran massal jadi pekerja dapat upah dan membayar supplier juga tumbuh, untuk konsumsi keluarga hingga kontribusinya 54% selama ini.
Kesimpulan idealnya membangun sebuah bangsa harus minimal 80% berasal dari dana masyarakat agar masyarakat tumbuh dinamis. Maksimal 20% yang bersumber dari APBN. Jika proporsi itu terganggu maka ekonomi nasional juga terganggu.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630