Memang benar sekali, tiada yang tahu hari esok kita. Apalagi jika mau membekali diri iptek inovasi yang dilandasi oleh mental ulet pantang menyerah praktik hilirisasi akan makin cepat berarti hidupnya. Bermanfaat bagi umat banyak.
Agar mudah dapat ilmu hikmahnya, jadi bekal mereplikasi diri. Di bawah ini beberapa kisah nyata orang yang latar belakang, bukan siapa-siapa, berubah total jadi siapa saja akan tahu kiprah positifnya. Karena hilirisasi.
Prinsip hilirisasi, mengubah satu bahan baku yang murah karena berlimpah, diproses dengan hilirisasi inovasi, jadi produk beragam langka karena bermanfaat jadi rebutan pasar. Labanya besar.
1). Ekstrak Jeruk California.
Sekitar 8 tahun silam, seorang pemuda sering ke rumah saya, mengaku tergerak niatnya, karena sering menyimak video-video saya di youtube. Datang kala itu berpakaian seragam perusahaan swasta PMA dengan mobil kunonya.
Minta saran masukan, saya sarankan agar mengawali usaha hilir. Peran ini sangat penting dan strategis. Menjadi off taker hasil petani, menyenangkan petani dapat pasar harga wajar. Produknya bisa untuk ekspor atau membendung impor.
Konkretnya, di Pasar Induk banyak buah afkir tidak laku. Di Toko Buah Segar, yang sudah lama dipajang. Semua ini terancam akan jadi sampah. Dibeli harga murah. Dijadikan ekstrak. Jadi supplier pabrik minuman kemasan yang biasanya impor.
Proses tersebut membendung impor. Hemat devisa, menyerap banyak pengangguran. Membayar pajak jumlah besar. Sekarang valuasi bisnisnya ratusan miliar. Yang dikemas, dipasarkan oleh para reseller via online.
2). VCO Kelapa.
Sekitar 7 tahun silam, seorang pemuda alumni di Jepang. Juga datang ke rumah sangat bersahaja tampilannya. Punya industri rumahan VCO (Virgin Coconut Oil). Mengadu punya masalah limbah cair yang berbahaya kaitan mikroba patogen.
Mampu saya atasi, karena saya formulator produk-produk berbasiskan mikroba. Hormax, Bio Extrim, Organox dan Bomax. Klasik masalahnya kurang modal juga. Lalu kontrak dengan pembelinya di luar negeri. Ditukar dengan mesin teknologi tinggi.
Sekejap utang mesin lunas, karena labanya sangat besar sampai 130%. Karena bahan bakunya limbah kelapa kecil afkir “berserakan” di bawah pohon kelapa. Tapi tua sekali. Praktis rendemen VCO tinggi. Para petani kelapa pada senang limbahnya laku keras.
Bagai disulap saja, 2 tahun berikutnya sudah buka cabang lagi skala besar kapasitasnya. Di sentra kelapa jauh dari Jakarta. Selain VCO, masih dapat bungkil kelapa pakan ternak dan arang briket. Hebat. Salut.
Tampilannya beda sekali, nampak kalau sudah makmur sejahtera. Ribuan petani dan ratusan pekerjanya terdongkrak pendapatannya otomatis naik tajam daya belinya. Cetak devisa karena hampir semua diekspor.
Saat itu kontraknya harga Rp 50.000/kg VCO, berapapun akan ditampung oleh importir di negara tujuan. Praktis bukan kelapa afkir saja yang jadi bahan bakunya. Pokoknya saya sangat bahagia melihat anak muda kreatif inovatif bermental positif.
Saya bangga mereka punya nyali mengawali bisnis inovatif. Orang Jawa bilang, “kendel tur bandel” artinya berani dan tidak mudah menyerah dan “ngulir pambudi” artinya mau memberdayakan diri. Menjabarkan “urip iku urup” artinya hidup itu bermanfaat bagi orang lain.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630