Wayan Supadno
Berikut ini kisah beberapa sahabat pelaku usaha yang profesinya “Jual Beli Perusahaan Gagal” lalu dijual bahkan dilelang, itulah yang dibeli untuk diselamatkan. Banyak ilmu hikmah, betapa sangat pentingnya arti “mutu manusia” sebagai pengelolanya. Bukan harta atau modal usaha sebagai pondasi usahanya. Ini sangat penting.
1). Kebun Sawit.
Luasnya 2.000 an hektar. Pengeluaran Rp 66 miliar/tahun. Padahal harga di pabrik Rp 3.000/kg. Ironis. Tapi faktanya tiada laba, terancam bangkrut. Karena hanya dapat 11 ton/ha/tahun. Karena banyak koruptor di dalamnya dan tidak skill. Bukan dikelola oleh orang terpercaya. Jadinya remis terus. Pemiliknya demotivasi.
Setelah dibeli, manajemen dibenahi total karakter dan kapasitasnya. Bisa dapat 25 ton/ha/tahun. Harga pokok produksi (HPP) Rp 1.300/kg. Laba Rp 1.700/kg. Laba total 2000 hektar x 25 ton/ha/tahun x Rp 1.700/kg = Rp 85 miliar/tahun. Sekejap, utang bank lunas. Jadinya 100% laba miliknya.
2). Penggemukan Sapi 100 Hari.
Kapasitas kandang sapinya 3.000 ekor. Pasarnya besar sekali karena dekat Jakarta yang punya daya beli besar. Tiap hari laku terjual di Rumah Potong Hewan (RPH) 30 an ekor. Sumber pakan sapi juga berlimpah karena dekat industri gandum dan ada hijauan luas puluhan hektar. Tapi bisa bangkrut juga.
Setelah dibeli, merekrut ahli nutrisi pakan sapi. Pendek kata BEP apabila ADG (tambah bobot sapi/hari) jika 0,8 kg. Tapi tercapai 1,4 kg/ekor/hari. Praktis labanya 0,6 kg x 100 hari x Rp 50.000/kg sapi hidup x 9.000 ekor 3 musim = Rp 27 miliar/tahun. Perusahaan sehat berkat SDM bermutu bisa dipercaya karena karakter dan kapasitas skillnya mumpuni.
Jual beli perusahaan gagal adalah transaksi ketika kepemilikan suatu perusahaan berpindah tangan, secara penuh. Dalam dunia bisnis, ini hal lazim. Bahkan bukan hanya perusahaan yang gagal saja yang diperjual belikan. Tapi perusahaan yang prospektif, seolah membeli masa depan.
Manfaat Jual Beli Perusahaan :
1). Bagi penjual
Mendapat modal segar dari hasil penjualan.
Bisa keluar dari bisnis yang tidak lagi strategis.
Mengurangi beban operasional atau risiko.
2). Bagi pembeli
Cepat menguasai pasar baru karena tinggal melanjutkan bisnis yang sudah berjalan.
Mendapat akses ke teknologi, merek, jaringan distribusi, atau sumber daya manusia perusahaan target.
Meningkatkan pangsa pasar dan daya saing.
3). Bagi perekonomian
Mendorong efisiensi bisnis.
Memperkuat perusahaan domestik agar lebih siap bersaing secara global.
Cara atau Proses Jual Beli Perusahaan :
1). Identifikasi, pembeli mencari perusahaan target yang sesuai. Misalnya sektor, pasar, potensi.
2). Valuasi, dilakukan penilaian harga perusahaan, bisa dengan metode aset, pendapatan, atau pasar.
3). Due Diligence, pemeriksaan menyeluruh terhadap keuangan, hukum, aset, utang, kontrak, hingga sumber daya manusia perusahaan target.
4). Negosiasi, menentukan harga final dan syarat transaksi.
5). Perjanjian, dituangkan dalam kontrak jual beli saham atau aset.
6). Persetujuan regulator, jika menyangkut sektor strategis atau nilai besar, wajib lapor ke KPPU di Indonesia.
7). Transfer kepemilikan, saham atau aset berpindah tangan ke pembeli.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630