Wed. Jan 14th, 2026

Empiris.
Pada tahun 2012, saya pertama kali mengajar Kuliah Umum Entrepreneurship di Pasca Sarjana IPB Bogor. Walaupun sebelumnya sudah sering mengisi kuliah umum di tempat lain. Ada kisah menarik, bisa diambil ilmu hikmahnya.

Topiknya saat itu “Mengawali Agribisnis dari Titik Nol”. Saya paparkan dengan apa adanya kisah saya tersebut. Termasuk kisah saya lahir dari keluarga transmigrasi, sambil dinas militer juga bisnis agro, bukan sarjana pertanian karena saya alumni Unair Surabaya dan seterusnya.

Ada hal menarik, usai mengajar saya diundang makan bersama oleh 9 orang mahasiswinya. Yang pada dasarnya belum puas dan penasaran “bagaimana konkret caranya” dari langkah ke langkah, proses mengawali agribisnis dari titik nol tersebut. Akhirnya saya berkisah “caranya” berproses.

Mereka terus berebut pertanyaan karena dianggap “tidak logis” jika dari nol. Tapi faktanya seperti itu pengalaman saya dulu. Tiada yang saya tutupi, apa adanya. Agar bisa mereka ulang cara saya tersebut sehingga mereka tanpa membuat kesalahan yang sama seperti pernah saya lakukan dulu.

Konkretnya ;

1). Cara Melahirkan Intuisi Ide Bisnis.

Pertanyaan menarik, bagaimana cara melahirkan ide riset cangkang sawit kadar kalorinya sama dengan batu bara lalu bisa dapat memasukkan 4 tronton atau 100 ton/hari ke pabrik kertas di Porsea. Hanya dengan “cara sederhana” merebus air di dalam kaleng bekas cat, yang 1 pakai batu bara dan 1 lagi pakai cangkang sawit. Matangnya sama.

2). Cara Menjual Barang Tidak Lazim.

Bagaimana proses cara menjual sesuatu tidak lazim yaitu karung bekas ke Penggilingan Padi, saya beli dari PTPN Kebun Teh. Padahal situasi sama dengan saat riset dan jual cangkang sawit. “Sama dengan nol tanpa modal”. Tentu saya dengan narasi bisnis, agar memahami kesulitan saya, minta tolong agar diterima karung bekas tersebut demi saya dapat laba halal dan bermanfaat lebih hemat.

Kalau dihubungkan ke contoh yang saya urai di atas, cara melahirkan ide bisnis (intuisi) dan menjual, mengetahui caranya memberi manfaat besar bagi Anak Muda Indonesia yang mau jadi pebisnis. Tidak cukup hanya tahu bahwa saya dari Nol dan tidak cukup tahu keadaan saat ini telah berubah. Karena tahu caranya berproses sangat penting.

Apa manfaatnya ?

1). Bisa mengulang kesuksesan.

Kalau kita tahu langkah-langkahnya, kita nggak cuma beruntung sekali. Kita bisa mengulang hasil yang sama atau bahkan lebih baik. Misal tahu cara riset pasar, bisa dipakai untuk banyak ide bisnis berbeda.

2). Mengurangi trial and error yang mahal.

Tahu cara yang sudah teruji membuat kita nggak buang waktu, tenaga, dan uang di metode yang nggak efektif.

3). Bisa improvisasi saat keadaan berubah.

Kalau kita paham “mengapa” di balik setiap langkah, kita bisa menyesuaikan strategi untuk situasi baru. Contoh penjual yang tahu cara membangun kepercayaan pelanggan bisa menjual apa saja, bukan cuma produk tertentu.

4). Memberi kepercayaan diri.

Rasa percaya diri muncul kalau kita punya pegangan jelas. Ini bikin kita lebih berani ambil langkah dan konsisten menjalankannya.

5). Bisa mengajari atau membangun tim.

Dengan tahu caranya, kita bisa membagikan ilmu ke orang lain sehingga keberhasilan bisa diperbanyak lewat tim atau mitra.

Kalau mau disimpulkan. Mengetahui caranya itu seperti punya “peta dan kompas”, bukan cuma tahu tujuan, tapi juga jalan paling efektif untuk sampai ke sana.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *