Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadno

Fakta di bawah ini bisa jadi bahan renungan mawas diri, banyak ilmu hikmahnya. Jika kita mau rendah hati mawas diri. Misal sibuk menyalahkan keadaan atau pihak lain, banyak pengangguran, tapi tidak mau cipta lapangan kerja agar menyerap pengangguran. Jika massal akan solutif.

1). Kakao.

Tanpa kita sadari Swiss PDB/kapita USD 106.000, Belgia PDB/kapita USD 55.100 dan Jerman PDGb/kapita USD 55.500. Mereka ” tanpa ” punya kebun kakao. Tapi merek dagang Cokelatnya merajai pasar dunia. Mereka jadi kaya karena dapat laba besar sekali.

Bahan baku kakaonya impor dari Indonesia jumlah besar – besaran rutin, karena Indonesia produsen kakao terbesar ke – 3 di dunia. Tapi laba kebun kakao kita sangat sedikit karena hanya sebatas jadi supplier bahan baku saja. Hingga PDB/kapita Indonesia hanya USD 5.200 ( BPS 2025). Memprihatinkan.

2). Sapi dan Susu.

Kita punya sumber bahan baku utama pakan sapi, jutaan ton bungkil sawit kira ekspor ke Selandia Baru penghasil susu yang kita impor rutin jumlah besar. Bungkil sawit juga kita ekspor ke Australia jadi pakan sapi, lalu sapi dan daging beku kita impor setara 2,5 juta ekor/tahun.

Padahal kita punya banyak lahan kosong di Kalimantan, Papua dan lainnya bisa untuk ternak sapi tersebut. Saat bersamaan juga banyak bungkil sawit hingga mininal 8 juta ton/tahun karena sawit kita 16,38 juta hektar. Parahnya lagi tenaga kerja berlimpah korban PHK massal dan wisuda jutaan/tahun, tapi tidak mau memberdayakan potensi besar tersebut.

Refleksi untuk hilirisasi berarti kita merenungkan secara mendalam tentang pentingnya mengolah hasil sumber daya alam mentah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri dan menyadari peran kita. Baik sebagai individu, pelaku usaha, maupun bangsa dalam proses itu.

Dalam konteks Indonesia :

Hilirisasi bukan sekadar program ekonomi, tapi langkah strategis untuk keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah. Padahal Tuhan sudah sangat baik kepada kita, kekayaan alam hampir tiada dua banyaknya di atas bumi ini.

Refleksi ini membantu kita memahami mengapa kita belum maksimal mengolah sendiri kekayaan kita. Padahal hasil penelitian menumpuk, pengangguran banyak dan bahan baku berlimpah.

Manfaatnya refleksi hilirisasi ;

1). Meningkatkan kesadaran ekonomi.

Menumbuhkan pemahaman bahwa mengekspor bahan mentah merugikan jangka panjang.

Menyadarkan pentingnya kemandirian ekonomi berbasis industri pengolahan.

2). Mendorong inovasi dan industri dalam negeri.

Refleksi bisa menginspirasi pelaku UMKM dan industri untuk mulai mengolah sendiri komoditas lokal. Misal kopi, kakao, kelapa, nikel, rumput laut dan lainnya.

3). Membangun visi Nasional.

Memperkuat semangat bahwa negara maju adalah negara yang mampu mengolah dan menjual produk bernilai tinggi.

4). Menumbuhkan kesadaran edukatif.

Membuka wawasan generasi muda agar tidak hanya ingin menjadi konsumen atau eksportir mentah, tapi produsen berteknologi.

Ilmu hikmahnya kalau kita mau mawas diri, apa manfaatnya hanya mengeluh dan menyalahkan keadaan. Ibarat ruangan gelap pengap sebaiknya ikut menyibak tirai jendela sebagai solusinya. Masih sangat banyak selain dua contoh di atas. Misal santan kelapa kemasan kaleng kedap udara saja kita impor, oalaaah. Hemm.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *