Perlu dipahami oleh Anak Muda Indonesia bahwa pengusaha hebat hampir selalu pernah menjadi pemasar yang hebat. Saat jadi pemasar, hal yang jadi ciri utama selalu punya ciri khas yaitu selalu tersenyum dengan ikhlas.
Kisah di bawah ini bisa diambil ilmu hikmahnya. Karena kalau dalam kehidupan, melakukan dulu lalu dapat ujian baru dapat ilmu hikmahnya, agar lulus pada langkah berikutnya. Kalau dalam kuliah, belajar dulu lalu ujian dapat kesulitan, baru bisa lulus.
1). Pemasar Produk Farmasi.
Selalu masuk 3 besar nasional tiap bulannya, pencapaian target dan pertumbuhan permintaan produknya. Bukan karena pintar atau cerdas. Tapi karena berusaha tersenyum ikhlas di awal. Menjelaskan hal produk seperlunya.
Sikap polos apa adanya jadi ” selling point ” dirinya. Sadar bahwa senyuman adalah kemasan apik unik dari isi hati di dalam dirinya. Mewakili karakter manusia seutuhnya. Sadar wajah bengis, akan dihindari pelanggan/pasar.
2). Perintis Bisnis.
Sadar apapun belum punya, apalagi modal. Karena memang bukan keluarga kaya raya. Juga bukan sarjana ekonomi bisnis, tapi hatinya terpanggil jadi pebisnis. Harus bisa, itu nyanyian dalam hati tiap hari.
Caranya mempraktikkan Hukum Pareto 20/80, bahwa terjadinya omzet 80% karena hanya 20% penyebabnya. Senyuman diyakini bagian dari 20% tersebut dari kesan pertama sebagai pemikatnya. Tanpa banyak teori aneh – aneh yang tinggi.
Goal dapat investor. Bukan wujud dana, tapi produknya boleh dijualkan artinya dipercaya boleh memasarkannya. Sebaliknya kebutuhan bahan baku pabriknya boleh dicarikan, artinya boleh jadi supplier dengan dukungan dana duluan karena dipercaya.
Sukses memasarkan diri karena senyuman, dapat investor. Akhirnya dapat laba banyak, tanpa modal. Senyuman, ide gagasan bermanfaat dan daya nalar analisis jeli. Laba terkolektif jadi modal bisnis berikutnya.
Makin membesar, menampung banyak pengangguran jadi produktif. Bayar pajak besar rutin jangka panjang. Bermanfaat dan solutif. Karena hidup adalah biaya, jika tanpa punya pendapatan untuk biaya hidup maka akan jadi beban sekitarnya. Termasuk jadi beban negara !
Senyuman bukan hanya ekspresi wajah. Dalam dunia pemasaran, merupakan bahasa universal yang membangun hubungan, menciptakan kesan, dan mendorong keputusan deal sepakat bisnis.
Senyuman dalam pemasaran berarti menghadirkan kehangatan, keramahan dan kepercayaan dalam setiap interaksi bisnis. Baik secara langsung tatap muka, maupun tidak langsung.
Manfaatnya ;
1). Membangun kepercayaan. Orang lebih percaya kepada brand yang terasa hangat dan manusiawi.
2). Meningkatkan loyalitas pelanggan. Pelanggan yang merasa nyaman akan kembali, bukan hanya karena produk, tapi karena pengalaman emosional.
3). Membedakan dari pesaing. Di pasar yang penuh persaingan harga, senyuman bisa jadi “ nilai tambah ” yang tak bisa dibeli.
4). Mendorong iklan viral dari mulut ke mulut. Orang cenderung merekomendasikan brand yang menyenangkan dan bersahabat.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630