Wayan Supadno
Anak muda perlu menyimak pengalaman di bawah ini, sering ada di masyarakat. Ilmu hikmahnya dalam, mematangkan jiwa agar lebih bijaksana. Akhirnya bisa jadi suri tauladan masyarakat dalam upaya bermanfaat bagi umat banyak.
1). Perintis Bisnis.
Akan selalu ada di sekitar kita saat jadi perintis bisnis. Termasuk yang sarjana agama sekalipun kadang ada oknumnya cuma hafal teorinya saja. Tapi hatinya tidak mampu mempraktikkan ajaran ilmu teori beragama. Justru merusak citra pemilik gelar sarjana agama, itu cuma misal saja. Kita akan bisa melihat dan merasakan sendiri di masyarakat.
Contoh, saat melihat orang lain dapat kemudahan dari Tuhan. Misal naik pangkat atau jabatan, dianggap karena KKN. Padahal murni karena prestasi. Atau tetangga ganti sepeda motor katanya sok atau bergaya atau pamer dan bahas negatif lainnya. Selalu menghalangi kemajuan yang lainnya. Karena hatinya berbulu.
2). Pebisnis Matang.
Ketika anak muda nanti sudah jadi pebisnis matang, puluhan tahun berulang kali jatuh bangun. Akan ada di sekitar yang hatinya berbulu. Karena tidak mampu atau karena agar dianggap dirinya paling hebat, tapi dengan cara menenggelamkan yang lainnya. Orang seperti ini penyakit bangsa, sulit diajak maju bersama.
Contoh, saat kematangan berbisnis terbentuk lalu laba terakumulatif jadi usaha yang sehat besar tempat banyak orang menganggur dapat kerja. Justru dianggap ” menyembah harta ” padahal agar hidupnya bermanfaat nyata bagi umat banyak. Ini kadang muncul pada orang yang suka membalut kemasan diri dengan simbol agama.
Ungkapan ini secara simbolik menggambarkan hati yang tidak bersih, seperti hati yang seharusnya lembut dan polos, tetapi malah dipenuhi “ bulu ” yang artinya keras, kasar dan kotor menjijikkan.
Berikut adalah beberapa ciri hati berbulu karena dengki ;
1). Tidak senang melihat orang lain bahagia atau sukses.
2). Merasa iri jika orang lain mendapatkan nikmat atau positif lainnya.
3). Suka membandingkan diri secara negatif.
4). Berusaha menjatuhkan orang yang dianggap lebih baik.
5). Senang saat orang lain tertimpa musibah atau kesusahan.
6). Sulit bersyukur atas nikmat sendiri.
7). Hatinya gelisah jika tidak lebih unggul dari orang lain.
Solusi membersihkan hati dari dengki :
1). Bersyukur. Latih diri untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
2). Berdoa untuk orang yang didengki. Ini cara paling ampuh mengikis dengki.
3). Sadari bahwa rezeki sudah diatur Allah. Tidak ada yang bisa mengambil bagian orang lain.
4). Latih empati dan cinta: Belajar merasa bahagia saat orang lain bahagia.
5). Perbanyak istighfar dan muhasabah diri. Minta ampun atas penyakit hati.
6). Dekatkan diri pada lingkungan yang positif: Jauhi gosip dan persaingan yang tidak sehat.
7). Tanamkan konsep ukhuwah ( persaudaraan ). Jika ia saudaramu, mengapa harus iri .
Contoh lain ” Santi merasa kesal setiap kali melihat Tika dipuji atasan. Dalam hati, ia berharap Tika membuat kesalahan agar bisa ditegur. “
Solusi ;
Santi bisa introspeksi: ” Kenapa aku tidak suka melihat orang lain dipuji ?”
Ia bisa belajar bersyukur atas kelebihan diri dan mencoba mengembangkan potensi sendiri, alih-alih berharap orang lain jatuh.
Contoh lain. ” Bayu selalu membandingkan pencapaiannya dengan Dimas. Ia tidak bisa tidur nyenyak saat tahu Dimas membeli rumah lebih dulu. “
Solusi ;
Bayu perlu mengingat bahwa setiap orang punya waktunya sendiri.
Fokus pada proses dan rezekinya sendiri akan membantu meredakan iri hati.
Jika sudah mawas diri merasa sedang mengalami ” hati berbulu “, itu bukan akhir dunia. Itu kesempatan untuk membersihkan dan memperhalus hati, agar hidup lebih damai, lapang, dan penuh berkah. Hidupnya jadi bermanfaat bagi umat banyak.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630