Karena saya pebisnis, walaupun masih kelas ecek – ecek. Sedikitnya bisa menganalisa apa maunya Presiden Amerika Serikat D. Trump terhadap Indonesia. Karena D. Trump juga pebisnis properti kelas kakap.
Di mata saya, D. Trump nampak pekat warna sosok pebisnis ulung. Sekalipun perannya sebagai Presiden AS. Tangguh, transaksional, keras dalam menekan mental lawan negosiasi dan tahu persis lawan negosiasinya.
Berikut ini tanda – tanda pertimbangan D. Trump terhadap Indonesia hingga bisa menurunkan tarif ekspor Indonesia tinggal 19% terendah di Asean termasuk negara berkembang di seluruh dunia dan 0% semua produk AS ke Indonesia.
1). Sadar betul bahwa Indonesia jumlah penduduknya terbesar ke 4 di dunia, artinya ada potensi pasar sangat besar pada banyak hal. Misal pangan, energi, peralatan teknologi canggih dan lainnya.
2). Indonesia penduduk terbesar ke 4 di dunia dan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Asean, masuk G20. AS harus dapat pangsa pasar terbesar juga. Apapun caranya harus dilakukan dengan kebijakan politik yang lagi digenggamnya, sebagai Presiden AS.
3). D. Trump tahu data bahwa Indonesia importir gandum terbanyak di dunia hingga 11 juta ton/tahun dan agroklimat Indonesia tidak bisa dikembangkan gandum. Ini peluang emas bagi AS. Harus mau fokus beli ke AS saja.
4). Impor kedelai Indonesia hingga 3,8 juta ton/tahun dari berbagai negara, karena sumber protein nabati termurah di Indonesia. Tepat karena PDB/kapita kita masih sekitar USD 5.000 saja. Juga harus beli ke AS, dimurahkan 0% tarif ekspornya.
5). Paling dahsyat, D. Trump juga tahu Indonesia menguras devisa untuk impor migas minimal Rp 600 triliun/tahun utamanya dari negara Timur Tengah. Maunya total impor dari AS tarif ekspor 0% agar kompetitif.
6). Tidak kalah strategisnya, Indonesia ditekan agar belanja 50 unit Pesawat Boing. Agar Indonesia jadi ” marketer sekaligus testimoni ” nya. Ini menyangkut gengsinya D. Trump di mata dunia, saat pergeseran kekuatan ekonomi pindah ke RRT.
7). Sisi lain D. Trump sadar sekali bahwa AS sangat butuh sawit bahan baku banyak industri pangan, kosmetik, farmasi dan lainnya. Agar Indonesia bisa melenggang, Malaysia sesama penghasil sawit kena tarif jauh di atas Indonesia yaitu 25%.
8). D. Trump juga sadar selama ini AS menikmati produk Indonesia tekstil, kayu olahan dan lainnya. Hingga defisit perdagangan AS dengan Indonesia. Jika tarif ekspor tinggi pasti dimusuhi rakyatnya. Juga menjaga perasaan Presiden Prabowo agar tidak banyak PHK di Indonesia.
Ilmu hikmahnya bahwa D. Trump yang pemain bisnis kelas kakap juga paham bawa Presiden Prabowo harus dijaga marwahnya, sebagai sohibnya. Permainan negosiasi yang baru saja deal bisnis kelas dunia antar negara. Deal sesama pebisnis juga sekaligus sesama sebagai presiden.
Harus ” win win solution/saling dimenangkan ” tiada yang direndahkan. Saling menghargai karena sadar Indonesia ekonomi terbesar (PDB) di Asean. Ini poteni pasar besar. Harus hanya untuk AS. Kalau Indonesia mau tekstil, CPO, kayu dan lainnya tetap laku terjual di AS. D. Trump main kartu jitunya.
Perspektifnya, harga akan murah pada pangan utamanya basis gandum roti maupun ternak karena pakannya bungkil gandum, kedelai tahu tempe dan Pesawat Garuda akan tambah banyak lagi. Karena tarif ekspor AS 0%. Akan makin kompetitif produk Indonesia ke depannya.
Salam Setia 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630