Wayan Supadno
Memilih mitra usaha bukan pekerjaan mudah karena efek dominonya sangat banyak. Itulah sebab bank sangat selektif dalam memasarkan dana masyarakat wujud tabungan atau deposito yang dipercayakan ke bank.
Hingga bank ada prosedur seleksi ketat minimal 5K meliputi karakter, kapasitas, kapital, kolateral/jaminan dan kondisi. Berikut ini contoh konkret bisa diambil ilmu hikmahnya, jika salah memilih mitra usaha.
Pabrik bisa rugi besar harus menggaji karyawan dan biaya operasional lainnya. Karena kekurangan bahan baku. Akibat salah memilih mitra usaha. Keluar surat pesanan P/O barang, tapi mitra usahanya nakal. Tidak menajaga nama baiknya.
Misal barangnya tidak kunjung datang, kalaupun barang ada yang datang tidak sesuai spesifikasi dan jumlahnya kurang. Mental/karakter jelek dan kapasitasnya tidak mumpuni. Padahal produk jadinya sudah ditunggu pelanggannya.
Sebaliknya, supplier ke perusahaan barang sudah diterima dengan lengkap dan baik. Pada P/O tertulis 2 minggu akan ditransfer. Tapi setelah ditunggu – tunggu tidak pernah disiplin. Hingga 2 bulan tagihan tidak cair juga. Merusak cashflow.
Mitra usaha cetak kebun, komitmennya jelas tertuang dalam perjanjian semua jadwal dan jumlah yang harus dibayarkan. Intinya menyediakan dana kebutuhan kegiatan lapangan. Cetak kebun sudah jalan hingga ditanam.
Tinggal dirawat dan dipupuk dana tidak disiplin cairnya. Kebun mau dirawat butuh dana besar, tidak dirawat tanaman akan gagal total. Kerdil, jadi semak belukar lagi. Lahan akan kembali jadi nol tidal bernilai layaknya kebun.
Sebaliknya, seseorang mau cetak kebun buah tropis. Lahan sudah ada dan dana parkir. Tapi pemborongnya nakal mentalnya. Bibit yang ditanam, polybagnya tanpa dilepas agar cepat. Tanaman kerdil semua. Rugi besar karena mitra usaha juga.
Peternakan sapi pedaging, penggemukan. Tumbuh kembang kenaikan bobot sapinya, biasa 1,6 kg/ekor/hari. Berubah jadi 1,1 kg/ekor/hari. Hilang kesempatan laba 0,5 kg/ekor/hari. Luar biasa. Karena supplier pakan nakal.
Padahal harga jual Rp 50.000/kg sapi hidup dan jumlah sapi 3.000 an ekor. Praktis rugi tiap 30 harinya = 0,5 kg/ekor x Rp 50.000/kg sapi hidup x 3.000 ekor x 30 hari = Rp 2,25 miliar/bulan akibat pakannya banyak diselipkan campuran tidak bermutu.
Petugas bank dibuat pusing ditegur keras oleh pimpinannya karena ulah nasabahnya. Belum ada 6 bulan kredit dicairkan macet total. Alasannya keyakinan yang dianut, tapi saat tanda tangan di hadapan notaris tanpa bicara hal tersebut.
Dalam mitra usaha bisa jadi sebab bangkrut jika gagal memilihnya. Contoh sederhana, harusnya cek yang diterima dari mitra usaha cair tanggal 29, rencana untuk gajian, ternyata bodong saldo tidak ada, gajian karyawan bisa ketunda dampaknya fatal.
Ilmu hikmahnya untuk anak muda Indonesia bahwa hal sangat penting kita sebagai pelaku usaha jadi suri tauladan dalam menjaga mentalitas berbisnis. Bermitra usaha. Hanya dengan cara mengawali dari diri sendiri, maka kolektifnya jadi solutif.
Salam Bersinergis 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630