Di bawah ini contoh konkret kisah nyata pentingnya intelijen pasar. Agar apapun yang diproduksi ada kepastian pasarnya. Kaya ilmu hikmah, sumber pembelajaran anak muda Indonesia.
Di Pangkalan Bun Kalteng.
Sekelompok petani hortikultura asal Banyuwangi. Sekarang sudah pada sejahtera karena sudah punya tanah luas dari hasil usaha taninya yang menerapkan intelijen pasar dan inovatif.
Beberapa tahun silam hanya numpang tanah terlantar di pinggiran kota Pangkalan Bun. Disewa tidak boleh, tapi kalau hanya untuk bertani boleh gratis asal dibersihkan semak belukarnya.
Padahal kalau di Banyuwangi harga sewa Rp 25 juta/ha/tahun. Pada semangat menanam cabai, terong, tomat, kacang panjang dan lainnya. Intinya sayur mayur yang didatangkan dari Jawa dihadang.
Caranya sebelum menanam intelijen pasar ke pelabuhan dan terminal bongkar muat. Cari tahu apa saja sayuran yang didatangkan dari Jawa, itulah yang ditanamnya. Agar marketable, diminati pasar.
Numpang tanah kosong tidur luas 0,5 hektar. Ditanam cabai dapat 8 ton, harga Rp 40.000/kg jadilah omzetnya Rp 320 juta/0,5 ha. Padahal biayanya hanya Rp 90 jutaan. Laba Rp 210 juta.
Begitu habis panen, labanya dibuat beli lahan 4 hektar. Karena harganya hanya Rp 50 juta/hektar 5 tahun silam. Nampak bahagia karena telah makmur bahagia, sekalipun kerja sejak pagi hingga menjelang maghrib.
Caranya, tanah diolah dengan traktor diaduk dengan feses urine sapi atau pupuk kandang ayam. Disemprot Hormax, Bomax dan Organox 10 liter/0,5 hektar. Guludan ditutup plastik mulsa. Agar mikroba berbiak massal.
Sambil membuat bedengan bibit cabai 21 hari. Bibit siap tanam dan tanah super subur berkat pupuk organik diperkaya Organox dan Hormax. Dicegah penyakit dengan Bomax.
Tanpa banyak serangan antraknosa (patek), fusarium layu bakteri maupun virus gemini. Tapi mampu bisa 1 kg cabai/pokok. Harga pokok produksi (HPP) hanya Rp 11.000/kg padahal harga Rp 40.000/kg. Laba Rp 29.000/kg. Inovatif.
Ilmu hikmahnya bahwa agar ada kepastian pasar, jualnya mudah harga wajar maka hal mutlak harus intelijen pasar terlebih dulu sebelum menanam. Intelijen pasar agar tahu apa yang dibutuhkan pasar dan berapa banyak.
Begitu juga agar bisa labanya besar harus bisa menekan HPP nya. Caranya inovatif. Benih unggul. Media tanamnya dinetralkan sekitar 6 sd 7 pH nya, dengan dolomit saat sebelum tanam.
Remediasi lahan agar sehat subur. C Organik dinaikkan dengan pupuk Organox, pupuk kandang dan mikroba (Organox Bio Extrim). Agar minim penyakit biakkan lawannya (biopestisida) yaitu Bomax.
Bagi yang minat inovatif murah di pabriknya, bisa Hub Reni Hp 087781889797 atau David Hp 081219929262
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630